jump to navigation

Pilgub Jatim Putaran II : Probabilitas Quick Count November 9, 2008

Posted by dianika wardhani in 1.
trackback

Tulisan yang saya tampilkan berikut ini bukan tulisan saya. Ini tulisan seorang Pakar Statistik yang cukup populer di Jawa Timur bernama Kresnayana Yahya.
Tulisan yang saya luncurkan kali ini, saya ambil dari situs ini. Semoga bisa jadi bahan pembelajaran sekaligus tambahan referensi bahwa hasil sebuah quick count atau hitung cepat tidak asal nyeplos akan tetapi didasarkan atas koridor keilmuan yang tentunya ilmiah dan sangat bisa dipertanggungjawabkan.

Probabilitas Quick Count

Oleh : Kresnayana Yahya

PROSES menemukan taksiran dan penduga dari suatu proses dilakukan dengan melakukan sampling. Sampling yang baik di disain dengan menetapkan berbagai criteria dan berbagai pendekatan proses yang menjamin validitas dari penaksirannya.

Bayangkan kalau seorang harus diperiksa darahnya tentu tidak perlu seluruh darahnya dikuras dulu lalu diukur kandungannya, misalnya gula darah, cholesterol dll. Tentu orangnya akan meninggal.

Nah karena itu sampling di lakukan dengan mengambil darah , biasanya di lengan kiri atau kanan, setelah di ikat dan ditentukan dekat pembuluh darah. Dengan sampel darah itulah dilakukan proses analisa darah yang menghasilkan berbagai karakteristik darah seperti gula darah dan cholesterol.

Proses quick count dilakukan dengan mengambil sampel secara random, artinya semua TPS dipilih sedemikian hingga , tiap TPS punya kesempatan yang sama untuk diambil, bahkan untuk menjamin kesalahannya tidak melebihi angka tertentu dilakukanlah perhitungan yang menjamin kesahihan.

Artinya untuk menjamin kesalahan tidak melebihi 1 % keluarlah n = 400. Artinya harus dilakukan pemilihan 400 TPS untuk menghitung persentase yang mencoblos no 1 dan nomer 5, misalnya.

Melalui proses yang matang ini setiap lembaga survey quick count menemukan suatu angka taksiran p, yakni persentase yang mencoblos disetiap TPS dari jumlah pemilih yang datang dan mencoblos di TPS.

Berapa besar kesalahan nya ? tentu ada batas toleransi salahnya, karena jumlah sampel yang terbatas. Tetapi makin besar sampel nya tentu akurasinya menjadi makin tinggi. Atau resiko salahnya menjadi makin kecil.

Nah, menjelang sore tanggal 4 Nopember lalu semua lembaga hitung cepat ini secara independen melakukan pengumuman hasil perhitungannya. Hasilnya sebagai berikut :

LSI Denny 50.76 (Kaji) : 49.24 (Karsa) n: 400
LSI Syaiful 50.44 (Kaji) : 49.56 (Karsa) n: 400
Puskaptis 50.83 (Kaji) : 49.17 (karsa) n: 400

Taksiran intervalnya : atau interval nya dapat ditoleransi sebagai berikut:

LSI Denny JA : Kaji 49,76 < p <51.76 : Karsa 48,24 < p < 50.24.
LSI Syaiful : Kaji 48,44 < p <52,44, : Karsa 47,56 < p < 51,56.
Puskaptis : Kaji 49 < p < 51,83, : Karsa 48.17< p < 50.17.

Karena ketiga lembaga itu bekerja secara independent, maka hasil ketiganya bila dirangkum akan menghasilkan sebuah taksiran yang makin teliti karena jumlah sampelnya menjadi 1200 TPS. Sehingga kesalahan penaksiran menjadi makin kecil atau dikatakan resiko kesalahannya akan makin kecil.

Hasilnya : Taksiran untuk Kaji adalah sebagai berikut P = 50.68 dan taksiran intervalnya : 50.66 < p < 50.69. Sedang hasil untuk Karsa adalah : p = 49.32; taksiran intervalnya : 49.31 < p < 49.34.

Dari 1.200 data TPS ini dapat dipastikan bahwa hasil dan validitasnya makin meyakinkan bahwa kedua angka persentase secara statistik itu berbeda dengan ketelitian 0.03 ( lebar interval untuk keyakinan 95 %). Artinya realita di seluruh populasinya akan mempunyai kemungkinan dalam batas bawah dan batas atas tersebut, yang ternyata sudah saling asing.

Dengan taksiran ini kemungkinan salahnya probabilitasnya 5 % dan peluang untuk sama p = 0.50 sudah tidak akan pernah terjadi. Nah selanjutnya hasil perhitungan yang tidak konsisten dengan hasil sampling yang random ini bisa diinterpretasikan sendiri. (*)

Advertisements

Comments»

1. N Sur - December 15, 2008

No comment 4 this article, sorry,,,not interested on political issue…

Bukankah wajar jika ada perbedaan hasil perhitungan suara antara LSI dan KPU. LSI bekerja secara independen dan KPU dependen…
depend on d boz, tentunya

2. N Sur - December 15, 2008

Waiting for your latest article, Sis…:-)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: