jump to navigation

Catatan Pilgub Jatim 2008 : Pertaruhan Figur July 24, 2008

Posted by dianika wardhani in Berita, Catatan Kecil.
Tags:
trackback

Pilihan gubernur Jawa Timur 2008 baru saja digelar, 23 Juli 2008. Hasil secara resmi memang belum ditentukan, karena Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Timur baru akan mengumumkan hasil pada 3 Agustus mendatang. Akan tetapi, hampir bisa dipastikan bahwa akan ada putaran dua, yang bakal diikuti Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono (Ka-Ji) dan Soekarwo – Saifullah Yusuf  (Ipul). Hmm.. Jawa Timur memang unik.

Satu ketika, tepatnya kemarin, 23 Juli 2008, usai Pilgub saya bertemu dengan Dr. Zainuddin Maliki, salah satu tokoh Muhammadiyah di Jawa Timur. Beliau relasi saya juga. Sempatlah kami berdiskusi sejenak. Ada ulasan menarik tentang pilgub Jatim. Termasuk juga terjungkalnya para calon yang diusung oleh Partai besar selevel Golongan Karya (Golkar) dan PDI Perjuangan yang masing-masing mengawal pencalonan Soenarjo – Ali Maschan Moesa (Salam) dan Sutjipto – Ridwan Hisjam (SR).

Ternyata fatwa tak lagi punya cukup makna. Begitulah kurang lebih pandangan Zainuddin Maliki. Betapa tidak. Di beberapa tempat, ketika ada semacam ‘instruksi’ partai untuk memilih salah satu calon, di tempat yang sama pula, calon bersangkutan tak mampu memenangkan. “Kali ini, pilihan jatuh pada figur,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Dikatakan juga masyarakat sudah berada di titik jenuh  atas kondisi yang sekarang.  Mereka  merindukan perubahan yang diharapkan sepenuhnya mampu diwujudkan pada pemimpin yang baru.  Itulah pula yang melatarbelakangi betapa satu kelompok masyarakat tak lagi terlalu mengindahkan fatwa, instruksi, anjuran atau apapun namanya yag diberikan kepada mereka untuk memilih salah satu calon.  Mereka seolah tak lagi peduli atas sanksi sosial yang kemungkinan besar akan mereka terima pasca pilihan gubernur. Misalnya salah satu ulama mengisyarakatkan untuk memilih salah satu calon. Pada saat kampanye memang terlihat euforia begitu rupa sehingga seolah komunitas tersebut merupakan pendukung fanatik calon bersangkutan. Akan tetapi, hal itu berbanding terbalik dengan hasil setidaknya hasil sementara di daerah bersangkutan.  Calon yang dielu-elukan saat kampanye justru tak sanggup mendulang suara secara telak. Luar biasa ya, Jawa Timur.. ^_^

Lantas bagaimana prediksi Zainuddin terkait putaran ke dua?

Akan ada kompromi-kompromi. “Yah itulah politik. Penuh dengan kompromi,” tambahnya. Kemungkinan koalisi-koalisi akan muncul berikutnya. Pendukung SR bisa bergabung dengan kelompok Ka-Ji, pun kelompok Salam. Sementara kelompok Achsan kemungkinan akan bergabung dengan Kar-Sa.

Saya sendiri berpikir sederhana. Saya berpikir bahwa masyarakat Jawa Timur sudah memiliki pilihannya sendiri. Tak hanya persoalan fatwa. Mereka  punya cara sendiri untuk menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin Jawa Timur. Mereka, masyarakat Jawa Timur sudah cerdas. Jadi, jika pilihan putaran ke dua akan tergelar di ujung jeda waktu tiga bulan ke depan, maka sangat mungkin terpilih pemimpin yang memang dirindukan Jawa Timur. Dan tentunya akan membawa perubahan Jawa Timur di masa mendatang.

Advertisements

Comments»

1. mauliyah - July 27, 2008

hmm… anti bener,mbak. masyarakat jatim emang sudah cukup cerdas. kebetulan saya memantau di pasuruan bagian timur yang konon katanya,masyarakat disana adalah masyarakat patuh banget ma yang namanya fatwa. ketika pemungutan suara, sesekali saya berbincang-bincang dengan pemilih dan menurut pengamatan saya, mereka adalah pemilih-pemilih yang rasional.
bagaimanapun pemimpin jatim kelak adalah prototipe dari masyarakatnya. jika pemimpin yang terpilih cerdas, maka demikian pula dengan masyarakatnya. salam perjuangan…

2. Yuswono Hadi - August 21, 2008

sebenarnya masyarakat jawa timur sama saja dengan tipikal masyarakat bangsa ini. Pun juga Cagub nya sama aja dengan tipikal Cagub dari seluruh Indonesia.

Membingungkan memang, bukan hanya komentar saya:) akan tetapi stok pemimpin jawa timur yang itu itu saja dan selera masyarakat jawa timur akan seorang pemimpin yang juga itu itu saja

semua serba membingungkan.

3. Anis' Niche - September 6, 2008

Hem pilgub..Pilgub ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: