jump to navigation

Pesona Jilbab di Tengah Sahara*) February 18, 2008

Posted by dianika wardhani in Buku.
trackback

Menanti saat jilbab tegak anggun dan perkasa di tengah terpaan angin sahara, tanpa terpaksa. Kebebasan dan kemerdekaan bagi perempuan untuk berbuat dan bersikap. Bisa jadi itulah angan-angan seorang Azar Nafizi, seorang mantan dosen Sastra di sebuah Universitas di Iran yang bermukim di Amerika Serikat.


Hal itulah yang mendorong menulis sebuah buku bertajuk Reading Lolita in Tehern. Judul buku tersebut lantas diterjemahkan Pesona Jilbab di Teheran yang dibedah di Rahima, Jakarta, Senin (18/2). Awalnya sisi hati saya menyalahkan terjemahan yang terkesan seenaknya itu. Tetapi saya lantas membenarkan dan hal itu sah saja terlebih usai mengetahui latar belakang sosok Azi menuliskan buku itu.

 

Buku itu, memang bukan novel. Buku itu adalah memoar. Arti kata memoar sama dengan memoir yang kurang lebih berarti riwayat. Nah buku itu merupakan kumpulan curhat dan hasil diskusi Azi dengan sahabat-sahabatnya yang tak lain adalah para mahasiswanya. Mereka yang kerap terlibat diskusi adalah Manna, Nassrin, Sanaz, Mahsid, Yassi dan Mitra. Satu sosok lagi yang hadir di tengah-tengah mereka adalah Nima, suami Manna.


Apa sih yang mereka diskusikan? Adalah novel Lolita karya Vladimir Nabokov. Novel ini ditulis pertama kali dalam Bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 1955 di Paris, Perancis. Selanjutnya diterjemahkan ke dalam Bahasa Rusia oleh pengarang yang sama, dan dipublikasikan pada 1967 di New York, Amerika Serikat.


Novel itu berkisah tentang seorang gadis cilik bernama Lolita. Diceritakan oleh Humbert Humbert, seorang lulusan Sastra yang lahir pada tahun 1910 di Paris, Perancis. Ia selalu terobsesi untuk berhubungan seks dengan gadis cilik dalam rentang usia sembilan hingga 13 tahun. Obsesi ini dipicu oleh kegagalan meraih kekasih masa kecilnya, Annabel Leigh, yang meninggal dini karena typhus. Singkat cerita, sebelum Perang Dunia II, Humbert meninggalkan Paris dan menuju New York. Tahun 1947, ia pindah ke Ramsdale, sebuah kota kecil di New England, sebuah negara bagian Amerika Serikat dan mulai menulis di sana. Singkat cerita, ia bertemu dengan Lolita, tetangganya. Lolita yang dalam buku ini juga disebut Dolores, adalah anak perempuan Charlotte Haze, janda sebelah rumah kontrakan Humbert.

Humbert berkeinginan untuk memiliki Lolita. Ia kerap menyebutnya sebagai pelacur hina yang sangat dicintainya. Humbert selalu memaksa untuk mengabulkan permintaanya. Ia melarang Lolita untuk bermain-main dengan teman-teman seusianya dan mengancam membongkar rahasianya. Ia memberi hadiah dan memaksa dilayani kebutuhan seksnya meskipun setelah itu akan dimintanya kembali.

Saya berpikir bahwa seorang Azi mencoba menarik sosok Lolita dalam novel itu dengan latar belakang negerinya, Iran. Anak perempuan dari pasangan mantan Mayor dan anggota legislatif Iran itu merasakan kompleksitas kisah Lolita. Begitu pelik.

Azi memaknai tentunya perempuan di Teheran bisa juga mengalami hal yang sama. Itulah kenapa kemudian, saya beranggapan bahwa ia lantas memilih judul Membaca Lolita di Teheran. Terjemahan bebasnya saya kira tidak lebih dari keinginan pribadi Azi untuk menghadirkan gambaran ketertindasan perempuan di Teheran di tengah sistem yang penuh keterpaksaan. Paling tidak Azi ingin meniupkan satu semangat kebebasan, sehingga satu ketika segala sisi kehidupan termasuk kehidupan pribadi perempuan menjelma penuh maksna bersahaja.

Judul Buku : Pesona Jilbab di Teheran

(Memoar Perlawanan Para Wanita di Negeri Para Mullah)

Karya : Azar Nafisi

 

 

 

Advertisements

Comments»

1. Umminya NaRa - July 18, 2008

Duuuh…sedih ya.. Jadi inget anak di rumah, amanah, harus dijaga dengan baik..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: