jump to navigation

Saya dan Harian Surya November 11, 2007

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat.
trackback

Di ujung senja ini saya cek email. Ada email balasan dari Mba Endah, staf redaksi di harian Surya Surabaya. Permintaan saya untuk mendapatkan tulisan tentang pak Valens Doy di harian Surya edisi ulang tahun ke 18, 10 November 2007, terpenuhi. Seandainya saya diijinkan untuk menambahkan tulisan ini untuk melengkapi tulisan saya di blog…

Saya agak merasa gimana gitu pas baca…terkenang saya kepada beliau, baik, care.. dan saya sepakat dengan tulisan karya Manuel Kaisiepo, Jayapura itu.

Saya beruntung sempat bertemu, berkenalan, dan merasakan gemblengan keras beliau
Tak ada kasar saat mengomentari tulisan saya bertajuk Dana 100 miliar untuk organisasi kemasyarakatan, hasil liputan saya di DPRD Jatim…yang ada,”Tulisanmu bagus dian. Ada ruh dan gaya yang saya temukan di sana..”
Lalu beliau bertanya,”Dian dapet darimana berita ini?”
Saya bilang,”cuma saya yang dapet, Pak…Kan Bapak yang mengajari bgm
bisa mencuri berita sat konferensi pers..”
Sosok penuh kharisma itu tersenyum lagi usai membaca berita saya.
Mungkin dalam hati beliau bilang polos sekali itu.. Tidak ada makian, pisuhan, tetapi dengan arif beliau bilang, “Tetapi,boleh dong satu saat dian lengkapi dengan data bagaimana cara mengakses dana tersebut.”

Satu waktu kemudian saya baca tulisan saya dan memang polos banget…. 😛

Satu ketika, saya usai liputan dari satu even penting, pasca bom Bali.
Dari Lamongan. Pulang ke kantor lepas maghrib. Saya sedang menerima telepon dan duduk di bawah dekat meja Pak Wachid Mukaidori. Saat itu desk kota masih bertempat deretan kedua ext telepon 215 setelah desk olahraga, di lantai dua kantor Surya. Terdengar suara Oom Valens menanyakan ke Pak Wachid,”Mana itu dian, wartawan baru yang kecil?”
Saya langsung berdiri. “Saya, Om..”
Tak ada yg istimewa denngan penampilan beliau saat itu… Daily performace.
Sepatu kets, celana, dan T shirt kasual disempurnakan dengan jaket… beliau
tersenyum.
Sedetik kemudian melempar sesuatu ke arah saya. Hups.. saya reflek menerimanya. Sebuah apel merah, besar.
“Buat dian..” lalu tersenyum lepas dan melangkah menuju ruang Pemimpin Redaksi.
Pak Wachid bilang,”Wah, dian thok sing dike’i (dikasih, red).. Calon pemred nih…”
Saya bilang amiin saat itu…

Entahlah… yang pasti memang saat ini saya diamanahi untuk memimpin di media internal di Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, sekaligus Koordinator Negara Indonesia untuk AMANA edisi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Urdu. Lainnya, saya mengelola redaksional situs ini.


Apapun, terima kasih..Surya sangat membantu saya. Saya merindukan gedung di Jalan Margorejo Indah D-108 Surabaya no telp 031 – 8419000 dan fax 031 – 8414024 … suasana di lantai dua. Suasana redaksionalnya…

Pelan,tapi pasti… seluruh kejadian yang pernah saya alami sebelum, dan saat saya di Surya, terputar kembali layaknya film di benak saya saat ini.

Saat saya bertemu dengan Pak Peter Gero di Pelatihan Pemuda Produktif di Jawa Timur yang digelar di Malang, akhir Agustus 2002, beliau bertanya apa cita-cita saya. Saya bilang pengen jadi wartawan. Wartawan Harian Surya, karena Surya itu Pendamping Berpikir Kritis. Lalu beliau menjabat erat tangan saya saat bertemu kembali satu malam di bulan Desember 2002 di kantor redaksi.

Saat Pak Alfred Lande dan Pak Hadiaman yang berkacamata menanyakan kenapa saya pengen jadi wartawan. Saya bilang pengen ketemu Susilo Bambang Yudhoyono, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Luis Figo, striker andalan timnas Portugal... Saat itu pak Ale tertawa dan bilang,”Surya nggak bisa mengantar kamu sampai ketemu Luis Figo.”

Hingga satu saat hampir tengah malam, Pak Ale (redaktur yang sistematis kalo ngomong. Juga saat di telepon. Dan tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih ) menghubungi saya mengatakan bahwa ada acara Pak Susilo Bambang Yudhoyono, apakah saya bisa ditugasi. Saya siap meskipun untuk bisa meliput acara yag dimulai pukul tujuh pagi di Markas Komando Armada TNI Kawasan Timur itu,saya mesti berangkat pukul lima pagi dari tempat kost dan meraba-raba jalannya karena memang saya belum hapal betul. Tidak masalah meskipun saya lebih banyak ngikut pertanyaan wartawan senior saat it, seperti intruksi pak Ale. Saya nikmati saat saya terkagum pada sosok Menkopolkam saat itu. Menikmati saat saat saya takjub betapa orang yang biasanya saya lihat di televisi itu ada di depan saya dan menanyakan saya.

”Ini siapa?”

”Saya dianika,Pak.”

”O..wartawan mana?”
”Harian Surya.”

Saya terkesima. Sejurus kemudian usai liputan beberapa kawan saya bilang,” Jarno, dian engko lak ga iso turu mergane ditakoni idolane.. (Biarkan, dian nanti tidak akan bisa tidur karena ditanya oleh idolanya, red).

Saya pun terlupa keinginan saya untuk foto bareng beliau.


Komunitas kekeluargaan. Penugasan yg seringkali menguras tenaga dan kreativitas lapangan. Telepon pagi2 untuk memberikan tugas dadakan tambahan tetapi penting. Kesasar saat di lapangan.

Teriakan dari mas Sugeng saat menanyakan foto hasil jepretan saya yg mana yang harus discan (karena masih pake kamera MDL 5 Fuji).

Mba Endah yang pernah saya telantarkan di kantor nunggu gara2 saya jemput pagi2 gara2 saya terlambat bangun. Terkadang pisuhan pak Wachid yang terdengar gara2 data saya kurang lengkap.

Pak Imam Ghozali Aro (kini FKB DPRD Jatim) atau pak Hery Sulaksono yang geleng2 kepala saat membaca tulisan saya yang gak ketahuan alurnya, atau pak Farhan Efendi yang tersenyum lalu menyedot rokoknya kuat2 gara2 konstruksi pemikiran dalam tulisan saya gak ketauan juntrungannya dan gak jelas karepe (maksudnya, red) (Maaf, Bos… isoku ngono (bisaku seperti itu) saat itu..).

Juga kenangan saat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mengundang Kurniawan Dwi Yulianto. Saat juga takjub karena orang yang saya kagumi sejak di Primavera Magelang hingga PSSI itu ada di hadapan saya. Saya hampir tak percaya saat bisa berdialog dengannya. Lalu, saya bisa menuliskannya menjadi feature. Tanpa konsep. Luapan emosi bercampur kesan mendalam menciptakan energi besar hingga saya bisa menuliskannya. Runtut. Lolos edit dari Pak Heri Sulaksono. Dan satu lagi alasan kenapa saya suka membuat feature… ada nama lengkap saya di akhir tulisan itu…he he he

 

Saat terbit keesokan harinya, saya akan menelpon Bapak dan bilang, ”Bapak, nama lengkapku ada di harian Surya..”

Tentu saja, Bapak saya geleng-geleng kepala saat itu. ”Kan wajar to.. wartawan Surya, namanya tertulis di Surya..”

Tetapi Bapak memang berlangganan Surya di tempat kerjanya, Dinas P dan K Kabupaten Lamongan, dan selalu rajin melihat perkembangan saya.

 

Pak Albert yang geleng2 kepala saat pertama kali nugasi saya turun ke lapangan (pasar-pasar,red) untuk mendata kenaikan sembako jelang puasa. Dan saya dengan cueknya pulang dengan hanya satu berita tentang kenaikan sembako. Jelas saja naik wong puasa Ramadhan. Tanggal 2 Desember 2002 saat itu. Tulisan pertama saya nampang di Surya edisi 3 Desember 2002.

Pak Albert G Djoko (sampe sekarang saya nggak tahu G itu apa..:) Cuma tertawa entah apa maknanya saat membaca dummy Surya edisi 3 Desember 2002. ”Arek kok.. ditugasi siji, mulih oleh berita siji.. (Anak kok… ditugasi satu, pulang dapat berita satu..)”

Mba Tri Hatma yang ngajari saya dan sabar banget saat ngedit tulisan persona saya… terima kasih. Kalau Juli 2003 itu, penugasan untuk ngeliput ttg Herlina Tiens Suhesti untuk persona, nggak saya terima gara2 saya kurang PD dg tulisan saya karena saya masih tergolong baru, mungkin saya nggak akan pernah bisa menulis panjang dengan tetap menjaga alur dan sense di dalamnya. Saya berupaya PD saat Mba Tri berjanji menemani saya.. dll… Ketelitian Mba Tri juga yang mengajarkan saya hingga kemudian saya berani mengambil job jadi editor di tempat2 lain tempat saya berkarya setelah saya dari Surya.

Saya jadi inget saat itu. Saat grogi dan nervous pada malam hari sebelum liputan. Saya belajar mati2an profil dan bacground penulis buku Garis Tepi Seorang Lesbian itu. Juga dan lain2nya. Saya juga pinjam tape recorder nya mas Agus Supriadi (kini Pemred di sini), diajari cara memakai.

Pas di lapangan, saya menaruhnya di depan Tiens. Lalu saya nyatet apa yang bisa nyangkut di otak saya.Saya nggak konsen, grogi (apalagi Mba Tri ada di depan saya..takut salah nih saya). Kepikiran tape yg saya taruh. Dan benar..pada saat nranskrip, duer… tape ga ada suaranya. Panik deh. Saya tanya ke mas Agus. Mas Agus bilang bisa jadi pada saat ngerekam saya nggak memutar tombol volume tape hingga minimal sehingga nggak terekam.

Mba Tri tersenyum saat itu,”Nggak apa2, dian. Lain kali yang teliti ya. Sekarang wis sak-eling-mu (sudah seingatmu..).”

Akhirnya tugas tulisan itu selesai. Betapa bangga saat saya membaca pengantar di tulisan itu ”…. kepada wartawan Surya, Tri Hatma dan Dianika Wisnu Wardhani, ia menuturkannya…”

Meskipun toh lebih banyak sentuhan mba Tri di tulisan itu. Malam itu mba Tri bilang, kamu bisa kok, Dian, melakukannya sendiri. Kamu mampu karena kamu sudah memiliki gaya sendiri dalam tulisan. Kamu sudah mampu menangkap angle. Tinggal memupuknya… Saya yakin suatu ketika, tiga kali saja kamu nulis Persona, kelak tulisanmu akan lolos edit.

Dan benar… persona berikutnya lahir dari tangan saya. Beberapa masih terekam jelas dalam ingatan saya. Mulai penulis novel Supernova Dewi Lestari (liputan ini bareng Indira Permanasari -Kompas di Hotel Sheraton Surabaya)..inget nggak, Ira.. Mba Dewi lagi sakit saat itu. Saat banyak yang bilang Mba Dewi susah diwawancarai karena jadwalnya padet, tapi kita berhasil wawancara dengannya di kamarnya. , sutradara perempuan – Lola Amaria – di depan Gedung Merah Putih Balai Pemuda sambil selonjoran, (dr kecantikan – dr Sonia Wibisono – yang ini lupa dimana…, jago masak – Rudi Choiruddin – di eletronic mart di HR Muhammad, Penulis Jakarta Undercover – Moammar Emka – di Hotel Majapahit, Surabaya, Melanie Putria – di Hotel JW Marriot, Surabaya, Happy Salma – di Deluxe, Surabaya.

Terima kasih, Mba… Jika ketemu Mas Toto – sirkulasi, mohon disampaikan salam saya. Ada Mas Amam Basuki, Mas Himawan, Mas Suliadi .. mereka banyak mengajarkan saya betapa penting sinergisitas redaksi dan sirkulasi. Mas Amam, Mas Him, dan Mas Sul,…. terima kasih ya…

Juga Mas Rudi yang nggak pernah capek ngeladeni setiap kali saya butuh koran…

Atau Mba Revi. Desk Ekbis yang kadang suka menitip tugas kepada saya jika ada acara kampus yg ngulas ekonomi. Saya senang sekali.

Juga saat mba Revi (Tri Dayaning Reviati…) itu ngedit tulisan saya. Nanyakan apa maksudnya..dan lain..lain.. Saya kangen,Mba…

Mas Wahjoe Harjanto yang sering mempercayakan saya mengisi rubrik Persona. Saat beliau menjabat sebagai Redaktur Minggu. Beliau selalu senyum membaca tulisan saya. Ada juga pak Yuven Sugiarto, pak Yami Wahyono juga mas Yuli Ahmada yang keren banget tulisannya.


Panjang sekali posting saya malam ini. Saya sedang ingin bernostalgia… Air mata saya jatuh malam ini…..

Teriring selamat ulang tahun kepada Surya, dan salam kepada seluruh rekan2 redaksi… Betapa saya merindukan saat – saat itu…

Advertisements

Comments»

1. dedehsh - November 22, 2007

itu cerita perjuangannya jaman dulu ya mbak… thanks mbak,
jadi bikin semangat belajar nulis saya nambah2. salam
^_^ serasa tulisan ini ditujukan untuk saya ^_^ ge’er

2. akhuna - December 29, 2007

Wah, jadi terharu. Mba Dianika emang top, jadi bangga kenal ama sampeyan. Serius!

3. dianika - December 29, 2007

🙂 terima kasih, Nang…
Nggak kalah bangganya aku kenal dg sampean. Serius.. !
Sekantor, di ION Internasional, membuatku terlecut untuk paham lebih jauh ttg perkembangan teknologi, meski mungkin baru seujung kuku.. Sukses ya, Nang.. 😀

4. herlinatiens - May 29, 2008

Halo Mbak apa kabar? Nah masih ada itu file waktu liputan itu? Saya sudah tidak tahu Surya-nya kemana itu. Lama sudah menghilang. Makasih untuk diskusinya saat itu. Sukses terus ya. Amien…

5. arifds - June 1, 2011

Mantaf artikelnya.. Good luck

6. John - August 16, 2015

info yang sangat menarik, sepertinya harus dicoba 🙂 , Affleck


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: