jump to navigation

Jayapura, Selasa, 18 September 2007 October 6, 2007

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat.
trackback

Pukul lima lewat lima Waktu Indonesia Barat (WIB). Sama dengan pukul tujuh lewat lima Waktu Indonesia Timur (WIT). Peawat landing di Jayapura setelah melintas di atas Danau Sentani. Subhanallah… Allahu Akbar… bagus sekali…

Lalu mendarat. Pesawat kami disambut tulisan Selamat Datang di Bandar Udara Sentani Jayapura.

Tak seberapa luas. Hanya tulisan itu yang memantaskan kawasan itu menjadi bandara. Aktivitasnya biasa-biasa saja. Saya pikir benar juga jika ada yang bilang bahwa Papua kurang tersentuh pembangunan.

Perjalanan dari Bandara Sentani menuju pusat kota Jayapura membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Menyisir sepanjang sisi Danau Sentani, menghadirkan decak kagum tersendiri. Yah, sisi kiri jalan adalah Danau Sentani, sementara sisi kanan adalah deretan gunung. Adem… ^_^

Dari Bandara Sentani ke Jayapura hanya ada satu transportasi. Taxi. Tapi jangan deh berangan-angan, Anda akan menemui deretan mobil kecil bertuliskan TAXI di atapnya. Yang akan Anda lihat adalah deretan mobil bermerk mulai AVANZA, TARUNA. Itulah yang mereka sebut taxi. Tariff yang berlaku mulai 150 hingga 200 ribu sekali jalan menuju Jayapura. Harga wajar dengan jalur untuk hanya satu jenis kendaraan dan jarak tempuh 42 km.

Lelah, saya langsung mencari penginapan. Sesuai saran Bapak-nya tadi. Hotel Sederhana. Usai melihat gedungnya, saya pikir lebih pantes disebut losmen atau penginapan biasa saja… Tak apa, yang penting ada tempat untuk meluruskan punggung. Kantuk telah menyerang saya sedari tadi… Tinggal satu kamar. Rp 170 ribu. Ada kamar mandi dalam, TV plus AC. Duuh AC… Beruntung AC-nya mati. Saya nggak pengen protes karena bukankah itu yang saya inginkan?

 

Pukul sembilan WIB. Saya terbangun. Pukul sebelas waktu setempat. Saya pengen jalan-jalan. Mengenali jalan. Sekaligus memastikan untuk bisa bertemu relasi di Papua ini. Nggak lucu dong kalo saya ngajak ketemu, giliran saya ditanya tentang posisi saya, saya nggak bisa jawab.

Keluar penginapan. Saya berjalan ke kiri menuju Jalan Irian. Keluar naik angkutan kota (L300) berwarna putih. Orang Papua menyebutnya taksi putih. Pantesan dari tadi saya mencari taksi tidak ada.

Tarif yang berlaku untuk angkutan kota membuat saya kaget. Sekali jalan Rp 1.200,00. wah murah banget…

 

Janjian dengan teman baru dimulai besok, 19 September 2007. Pukul 10,waktu setempat. Saya iseng menyetop angkutan kota. Sekadar biar tahu jalan. Sengaja, saya pilih di sebelah pengemudi. Biar saya bisa ngobrol dengannya. Sekilas saya lihat kelihatan ia bukan indigenous alias pribumi Papua. Iseng saya bertanya. Lalu kami terlibat dialog cukup panjang.

“Tujuan akhir angkutan ini dimana?”

“Mba mau kemana?”

“Nggak ada. Saya hanya pegen ikutin jalan saja.”

“O. Ini terakhir di Ajen…”

Saya pikir Ajen itu nama daerah di kawasan dekat Jayapura. Ternyata Ajen itu singkatan dari Ajudan Jenderal (Ajen) Komando Daerah Militer VII Trikora, Jayapura alias kawasan militer.

“Kalau arah puter balik, Mas, terakhir dimana?”

“O. Di dock II. Dekat kantor Gubernur Papua.”

“O. Boleh saya ikutan ke sana?”

Pengemudi itu tersenyum. Ia tidak keberatan. Dalam hati saya berjanji akan membayar meski ia minta sepluh kali lipat.

“Mba darimana?”

“Saya orang jauh, Mas. Jawa Timur.”

Ia kelihatan kaget.

“Jawa Timur ngendi?”

“Sebelum ini, saya tinggal di Surabaya.”

“Aku Trenggalek, Mba.”
Lega rasanya saya ketemu dengan orang Jawa Timur di sini. Saya merasa lebih dekat dan enak. Nyambung. Ia pun kelihatan tak lagi rikuh. Ia lalu bercerita tentang kehidupannya di Papua. Hampir empat tahun di Jayapura. Awalnya ikut sang kakak. Lalu sendiri.

Dari ia, saya tahu banyak tempat. Mengelilingi kota Jayapura. Tak sampai 30 menit.  Ia juga menceritakan tentang Tanjung Ilmu dan Bar-Bar meski tak detail. Itu tempat orang nakal, katanya. Bar Bar – untuk non Jawa dan  Tanjung Ilmu – untuk Jawa. Hmm… aku tahu apa yang dimaksudkannya. Yah… kompleks lokalisasi yang masyhur di kawasan paling timur nusantara ini…

Advertisements

Comments»

1. Mahte - October 14, 2007

Hmmm… bagus tulisannya keren…………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: