jump to navigation

Nuansa Pagi Kampung Surabaya June 18, 2007

Posted by dianika wardhani in Berita, Catatan Kecil.
trackback

Berangkat pukul 05.30 WIB, dari kost. Menuju laboratorium. Saya dijemput teman baik saya hari ini. Ia pulang ke rumah, dan saya ke kantor. Hmm, naik angkot. Boleh juga. Lalu sengaja saya turun di gang perkampungan yang agak jauh jaraknya dari kantor. Tujuan saya sederhana, melihat suasana pagi awal pekan kota Surabaya. Yep, saya mendapatkannya.

Nuansa satu.
Berpapasan dengan seorang bapak membonceng anak perempuannya. Seorang gadis tanggung berusia sekitar 15 atau 17 tahun. Berpakaian putih bercelana hitam. Mau berangkat on job training (OJT) sepertinya. Sang bapak dengan serius berkata-kata. Menyampaikan kalimat-kalimat panjang. Jelasnya wejangan dan sederet nasihat. Mungkin kurang lebihnya bahasanya “…seharusnya kamu begini. Bersikap yang baik..” Si anak manggut-manggut.. Hmm, semoga saja ia memang benar-benar mengerti bukan karena hanya seolah-olah mengiyakan dengan tujuan biar pantes.

Nuansa Dua.
Dua orang anak kecil. Sekitar umur lima dan empat tahun. Perempuan dan laki-laki. Yang perempuan bawa sepeda kecil beroda empat (satu depan dan tiga di belakang.. dua roda pembantu maksudnya ^_^) dengan keranjang depan berisi beberapa potong pakaian yang seukuran dengan mereka. Ada dialog yang saya tangkap.
Bocah laki-laki : “Ini berapa?” (sambil mengangkat sepotong kaos dalam)
Bocah perempuan :”Itu lima ribu lima ratus…” (dengan wajah serius)
Hmm.. dialektika menarik. Ada dalam area bebas gender di sana. Terlalu berlebihankah saya? Mungkin… Bagi saya ada hal menarik di sana. Mereka bermain dengan peran masing-masing tanpa mengindahkan sisi laki-laki dan perempuannya. Ada sikap saling menghormati di sana.

Nuansa Tiga
Sampai gerbang kantor. Ada atasanku di sana. Ia menyapa tukang becak yang lewat di depan kantor. Berbincang-bincang beberapa lama. Sesekali tawa pecah di antara mereka.
Tak ada gap di antara mereka. Baru saya tahu ternyata tukang becak itu yang kerap mengantarnya berangkat sekolah saat duduk di Taman Kanak-Kanak.

Manis sekali hari ini. Nuansa pagi kota Surabaya yang mungkin jarang saya perhatikan. Ada banyak sisi menarik bernuansa humanis tersisa di tengah hedonitas, egoisitas dan asosialnya sebuah kota besar nomor dua di Indonesia. Nice Monday. Awal pekan yang menyenangka….

Advertisements

Comments»

1. arul - June 18, 2007

Nuansa-nuansa yang selalu saya ingin dapatkan juga dalam kehidupan-kehidupan ini…. di lorong sempitnya jalan, di dalam gelapnya malam.
semua suasana inilah yang sebenarnya membuat kita ingat kepadaNya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: