jump to navigation

Hari Ini Saya Belajar Padamu… May 2, 2007

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil.
trackback

Hari ini hari kedua, saya baru menyelonjorkan dan merebahkan diri lepas pukul tiga dini hari. Pikiran jutek nggak karuan. Kepala saya penat banget rasanya. Kata seorang relasi baik saya, “Coba deh kamu refreshing…” Iya juga sih, saya coba ikutan maen2. Thax 4 the suggestion, Sir 😀

Ikutan Pengajian Bang Bang Wetan yg dipandegani ama Emha Ainun Nadjib nampaknya pilihan yang tidak kelewat buruk. Saya berpikir akan mendapatkan sesuatu di pengajian tersebut. Minimal bisa reconnect relasi 😀

 

Jadilah saya mengikuti forum ini untuk kedua kalinya. Dulunya smpat ketemu ma Sabrang, anaknya cak Nun yang juga vocalis Letto. Hmm keren juga.. 😀

Ah nggak penting. Yang penting saya butuh recharge. Kini ada kesempatan…Jelang Hari Pendidikan Nasional. Nggak ada salahnya. Buat diskusi. Saya pun meluncur ke Balai Pemuda di kawasan Jalan Pemuda Surabaya.

 

Saya terpaku dengan keberadaan forum yang amat bersahaja tersebut. Lintas kultur, lintas etnis, lintas agama campur baur jadi satu. Ngelosor di lantai. Duduk di Koran, makan ubi rebus, kacang, krupuk yang digoreng pakai pasir. Makanan itu meupakan hasil urunan bantingan amal jariyah sekedarnya.

 

Saya terpaku lagi. Malam itu, menurut Pak Suko Widodo, Lurah forum tesebut, malam itu yang hadir bertambah lagi. Nggak tanggung-tanggung. Yang ada di ruangan Balai Pemuda itu penuh berjubel. Kharisma Cak Nun memang luar biasa. Tim hebat dikendalikan oleh Cak Nun. Kolaborasi manis dengan para mahasiswa… Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kok Universitas Jember nggak ada yah. Padahal nggak kalah lho.. 😛

 

Ada yang bikin saya terpaku lagi.. Sosok tukang becak yang begitu bersemangat menyampaikan unek-uneknya. Ia menyatakan bahwa semestinya negeri ini bisa lebih baik lagi. Ia juga bilang bahwa ia dan rekan2 seprofesi berharap banyak pada Bang Bang Wetan.

 

Hm.. lets me think about something. Bang Bang Wetan atau Abang Abang Wetan atau Merah merah Timur, atau di timur matahari, atau terbitnya matahari. Matahari lambang harapan termasuk fajar. Ada harapan yang setinggi – tingginya. Maaf banget Cak Nun, ini eksplorasi saya secara pribadi….ttg Bang Bang Wetan..

 

Kembali lagi soal, Bapak yang penarik becak itu. Ia menolak tegas ketika Cak Nun hendak memberinya uang. Usai debat dengan Cak Nun, ia bilang bahwa ia nggak pernah mau menerima uang sebelum kerja. Tapi ketika Cak Nun bersikeras dengan banyak logika yang nyaris tak terbantahkan, ia pun meletakkan mikrofon sambil berkata,”Ah embuh Cak, aku ra iso ngomong…

Ah begitu tangguh ia memegang teguh prinsipnya… Allah, saya sampai meneteskan air mata….

Bapak, hari ini saya belajar padamu.. Pendidikan baru.. menjaga prinsip. Tak menyerah…

Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2007!!

 

Advertisements

Comments»

1. MatahariMatahati - November 25, 2007

Seandainya diminta untuk tidak sekedar re-charge gimana?

2. dianika - November 30, 2007

maksudnya??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: