jump to navigation

Surga Kecil dalam Hati December 31, 2006

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Harapan.
trackback

Pagi yang sepi, senyap. Tak ada siapa-siapa. Idul Adha 10 Dzulhijjah 1427 H. Tepat  di pengujung tahun 2006. Iseng saya menekan tombol power televisi. Hmm, lama juga saya tak menyentuh kotak ajaib itu. pindah channel entah berapa kali. Tak ada yg menarik. Akhirnya channel SCTV yg saya pilih. Ada sinema elektronik (sinetron) gaya film televisi bertajuk Olga Nyari Sorga. Lucu juga …. Antik….  Hanya sudah paruh main sepertinya… Tak apalah… paling-paling sinema Indonesia mudah diikuti alurnya…. 🙂

Awalnya saya mengikuti alur nyambi menyapu. Tapi lama kelamaan saya melihat ada yang menarik. Dialognya. Diksi yang dikomunikasikan.  

Sesungguhnya surga itu ada di dalam diri kita, dalam hati kita sendiri. Tak perlu dicari kemana-mana. Tak perlu berlama-lama larut dalam kesedihan. Allah mengambil hal paling indah, paling berharga dalam kehidupan kita. Tetapi sesungguhnya Allah akan menggantikannya dengan hal lebih baik lagi. Tak perlu berlama-lama terpuruk. Jangan lantas kita berpikir satu kebahagiaan kita terenggut. Akan tetapi seharusnya kita menghitung berapa banyak kebahagiaan yang telah kita rengkuh. Segala sesuatu selayaknya diperjuangkan… 

Kebahagiaaan itu tidak datang tiba-tiba. Kebahagiaan ada karena kita yang mengadakan. Kita yang menciptakan. Surga itu ada dalam hati kita… 

Saya merenung dalam hati. Betapa egois ya manusia itu… ah sudahlah, tak baik lama-lama merenung. Ke depan, masih banyak yang bisa dilakukan. Masih banyak agenda yang harus diselesaikan. Segala yang ada dan telah terjadi tak perlu disesali. Yang telah ada biarlah menjadi bagian kenangan. Masih panjang perjalanan yang harus kita jalani. Sebagai pribadi, kita punya hak sekaligus berkewajiban untuk mengukir sejarah kita sendiri….

Selamat tinggal 2006 dan Selamat datang 2007…

Advertisements

Comments»

1. sudutlebar - January 2, 2007

Kebahagiaan mmg tak selalu datang gratisan.
Btw, sy tak pernah tahu pasti arti Tahun Baru. Sukses buat tahun 2007!

2. arul - January 2, 2007

wow…menyentuh banget… ungkapannya….

3. kakilangit - January 3, 2007

bukanya sorga itu di telapak kaki ibu? mana yang bener mbak 😀 heheh piss
Mmm…sepertinya hatiku udah terlalu tertutup sama sinetron Indonesia. sampe gak bisa ngambil sesuatu yang sebenernya bisa dijadikan bahan renungan.

4. dianika - January 3, 2007

bukan begitu… sekecil apapun, pasti ada pesan yang ada di balik sebuah tontonan hingga ia layak jadi tuntunan. Tentunya pandai-pandainya kita melihat behind the scene-nya dong…. di balik setiap kalimat pasti ada makna..

Sorga di bawah telapak kaki ibu..mamang bener kok 🙂 tetapi itu juga kemudian kita mesti menghormati Bapak.. he he apa coba hubungannya.

Btw, kebahagiaan memang nggak pernah hadir begitu saja. Harus ada usaha. Dan jalan usaha menuju ke sana itu tak datar… menanjak.. penuh tantangan… Perlu kesabaran.. Merdeka!!

5. dianika - January 3, 2007

bukan begitu… sekecil apapun, pasti ada pesan yang ada di balik sebuah tontonan hingga ia layak jadi tuntunan. Tentunya pandai-pandainya kita melihat behind the scene-nya dong…. di balik setiap kalimat pasti ada makna..

Sorga di bawah telapak kaki ibu..mamang bener kok 🙂 tetapi itu juga kemudian kita mesti menghormati Bapak.. he he apa coba hubungannya.

Btw, kebahagiaan memang nggak pernah hadir begitu saja. Harus ada usaha. Dan jalan usaha menuju ke sana itu tak datar… menanjak.. penuh tantangan… Perlu kesabaran.. Merdeka!! 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: