jump to navigation

Mendesak !!! Modul Kaderisasi PMII December 19, 2006

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat, Harapan.
trackback

Organisasi saya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ,15 – 16 Desember 2006 lalu, mengadakan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Candra Wilwatikta, Pandaan Pasuruan. Sesungguhnya saya ingin datang. Tak cuma memenuhi undangan sang Ketua Panitia Pelaksana, Deyisnil Fariadi. Juga undangan panitia daerah, Rofianah, Hidayat, dan Sahabat-Sahabat yang  lain di jajaran Pengurus Cabang PMII Pasuruan. Kebetulan, awal November 2006 saya  berkesempatan ke sana. Belajar bareng tentang Jurnalistik. Saya ingin menemukan kembali semangat yang dulu tak putus melingkupi saya selama kuliah di Fakultas Sastra Universitas Jember di forum bertajuk Bergerak Bersama Menuju Tata Dunia Baru yang Damai dan Berkeadilan. Akan tetapi, banyak hal yang membuat saya harus mengurungkan langkah menuju forum besar itu.

Sekadar pengobat kangen, pagi-pagi tanggal 16 Desember, saya kirim SMS ke beberapa Sahabat, begitu panggilan sesama anggota organisasi. Isinya kurang lebih begini Selamat dan Sukses Muspim PMII. Smg mjd awal yang indah menyongsong masa depan bangsa. SMS itu saya broadcast ke beberapa orang. Tanggapannya beragam.
Ada dua tanggapan yang memaksa saya tersenyum. Tanggapan pertama datang dari teman satu almamater. Hendro, begitu saya biasa memanggilnya, bilang,”Aku bukan lagi PMII, Din..” Klo dipikir kita memang bukan anggota, tetapi minimal saya ingin memberikan semangat buat Sahabat-sahabat yang ada di sana, begitu balasan saya padanya. Tanggapan kedua dari Yulis. Alumnus IAIN Tulungagung ini kabarnya menjadi salahsatu pengurus di Pengurus Besar PMII Jakarta. Hmm… selamat deh Lis, aku nggak nyampe sana. Karierku di PMII hanya mentok Cabang Jember. Yulis bilang, Makasih. Smg kamu bisa menjadi Khofifah di masa depan.. Ha ha ha … Ada-ada saja. Tetapi nggak ada salahnya kan saya bilang Amin..amin…amin…

Hari ini, saya mendapat kabar tentang hasil Muspim. Modul Pengkaderan PMII dibutuhkan dan keberadaan Korp PMII Putri (Kopri) akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Kongres yang direncanakan akan digelar di Papua (kapan sih..??)Hmm, untuk hal yang pertama saya sepakat. Memang perlu ada penyempurnaan modul tentang pengkaderan. Sekadar rambu-rambu.untuk pelaksanaan pengkaderan di tingkat bawahnya, mulai Cabang hingga Rayon.  Tentang Kopri, perlu ada peninjauan ulang. Reevaluasi. Sejauh mana sih efektivitas keberadaan Kopri hingga benar-kader membantu, memberikan back up, pengawalan,  kader putrid PMII? Selama yg saya ketahui Kopri tak lebih dari lembaga formal yang dipaksakan ada. Sekadar pelengkap. Kegiatan yang dilakukan tak lebih dari pokoknya biar kelihatan ada kegiatan. Bisa jadi memang pengurusnya udah kehabisan tenaga sehingga tak mampu memberikan pendampingan secara kontinu pada kader-kadernya.   Menurut hemat saya, Kopri tidak perlu ada. Biarkan kader berlomba untuk mendewasakan dirinya. Dengan catatan kader diberi kesempatan yang sama. Tidak ada lagi apologi kader perempuan belum siap. Atau apologi klasik tetapi sering aktual dan dicuatkan di forum besar yakni kondisi kader tiap daerah berbeda. Apapun, sudah saatnya kader dipaksa siap berkompetisi. Dunia luar amat berbeda dengan dunia organisasi. Di organisasi siap bantingan, cari dana bareng, di luar, saling jegal. Apapun, saya termasuk bangga menjadi kader PMII. Saya merasa dibesarkan oleh organisasi itu meski untuk pematangannya kerap saya cari di tempat lain. Terima kasih, PMII! Tetaplah ada di garda depan. Sehingga kita tetap bisa bernyanyi penuh semangat, dengan tangan terkepal.. Lagu mars yang siap mematik semangat para kadernya untuk senantiasa siap berlomba..menjadi yang terbaik…di manapun… kapan pun….Hari ini Kamis (21/12) saat merevisi tulisan blog ini, saya masih terlampau pagi masuk kantor. Baru tiga orang yang kelihatan. Saya mencoba menghadirkan semangat itu lagi. Lirih saya senandungkan bait lagu yang kalo nggak salah diciptakan oleh Mahbub Junaidy, Ketua Umum PB PMII pertama, terpilih pada Musyawarah Mahasiswa NU se Indonesia tanggal 14-16 April 1960 di sekolah Mu’alimat NU Wonokromo Surabaya. 

     Inilah Kami Wahai Indonesia
     Satu barisan dan satu cita
     Putera bangsa penegak agama
     Tangan terkepal dan maju ke muka
     Habislah sudah masa yang suram
     Selesai sudah derita yang lama
     Bangsa yang jaya Islam yang benar
     Bangun tersentak dari bumiku subur

     Denganmu, PMII, pergerakanku…
     Ilmu dan bakti kuberikan
     Adil dan makmur kuperjuangkan
     Untukmu satu tanah airku
     Untukmu satu keyakinanku

     Inilah kami wahai Indonesia
     Satu angkatan dan satu jiwa
     Putera bangsa bebas merdeka
     Tangan terkepal dan maju ke muka….

Advertisements

Comments»

1. arul - December 20, 2006

sukses yah….

dari tetangga kunjungan kenegaraan

nb :
1. btw katanya mau kasih hadiah? jadi ngak?
2.boleh tau lebih dlm ttg faber tech gak?

2. dianika - December 20, 2006

boleh2 aja
ntar aku jwb sesuai kemampuanku

Hadiah…sure
lagi disiapkan… ntar jika udah kukabari,,,
rajin bener nulisnya
🙂

3. Musliha Rofik - December 20, 2006

Musliha juga kader PMII Jember lho…. ku pikir semua kita berproses untuk menemukan wadah yang terbaik bagi pengembangan intelektual,kedewasaan diri dan keshalehan sosial itu intisari dari nilai-nilai yang terpatri dalam sanubariku, refleksi perjalananku menjadi kader PMII penuh dengan semangat juang dan kegetiran. terkadang aku memimpikan PMII menjadi kekuatan besar sebagai motor penggerak perubahan di tingkatan kemahasiswaan, tapi sampai saat ini PMII sebagai sebuah organisasi yang memiliki struktur dari pusat sampai dairah masih ribet mikir KOPRI ada integral apa otonom udah basi tidak laku dijual. yang jelas sampai sekarang aku ingin melihat kiprah organisasi yang kubanggakan di kancah nasional kalau bisa sich lebih jauh lagi… he…
Pertanyaan selanjutnya berapa banyak kader PMII yang bisa siap menghadapi persaingan yang ada setelah lulus kuliah itu yang seharusnya dipikirkan dan dipersiapkan oleh sistem kaderisasi PMII ke Depan, dari pada tidak melakukan sesuatu sama sekali.
PMII ayo donk lebih peka terhadap persoalan bangsa, perjuangkan nasib kaum mustadafin yang menjadi garis juangmu, perkuat dan rapatkan jaringan(networking MU).
untuk dik dian semoga kita tetap memiliki semangat juang yang tinggi untuk menjadi pribadi yang ULIL ALBAB (masyarakat PEMBELAAAaaaaaaJAAAAAAAAAAAAAAAAAAR ok!!!! Bersemangat!!!!

4. dianika - December 21, 2006

saya nggak pernah merasa besar sendiri… saya dibesarkan oleh PMII…

Memang benar sampean, Mbak… sudah saatnya PMII reevaluasi dan kembali menempatkan diri di gerbong paling depan perubahan yang dimotori generasi muda.

Bukan saatnya lagi, PMII debat soal Kopri mo integral atau otonom. Halah perdebatan yang hanya memivu pertentangan internal.

Insya Allah, Mbak! Smg saya bisa bener2 pantas menerima amanah itu!

5. ewepe - December 22, 2006

Ass. Wr Wb

Sekedar mengingatkan, sehubungan wukuf jatuh pada hari Jum’at maka Insya Allah bila berencana shaum arafah dilakukan pada hari jum’at tgl 9 Dzulhijjah.

😀

6. wardhani - December 22, 2006

thanks udah diingatkan 🙂

7. rahmi_kalsel - January 8, 2007

Halooo Panitia muspimnas !!!!!. kpan hasil rapat komisinya dikirim ???? katanya mau dikrim via email ………….
panitia/PB juga kalo ditanya koq pada ga tau gitu …?????
Ayo donggg!, jangan sampe kita dah jau-jauh dateng hasilnya ga ada.

8. dianika - January 12, 2007

Kenpa bisa begitu?
Waduh.. coba deh kontak Sahabat2 di PB lewat situs resmi
kan pasti nyampe tuh..

Btw, memangnya ada berapa komisi?
kasih kabar saya dong
saya juga penegn tahu..
Makasih 😀

9. Malik - January 18, 2007

membaca tulisan ini saya ingat tahun sembilan puluahan ahir bersama Ali wafa, miftah, taufiq dan defita di jalan merek kita berbusa-busa tentang segala hal. waktu itu kami yakin sekali dengan PMII bahwa PMII akan mengantarka kadernya menjadi manusia yang setengah dewa. bagi saya PMII itu baik sebagai tempat pengkaderan tapi tidak untuk karir. kita bisa lihat sahabat-sahabat yang di cabang sangat serius kemudian pasca itu melompat ke kelompok studi atau NGO mereka sangat dahsyat. Saya punya pertanyaan yang sampai sekarang belum saya temukan jawabannya, atau sebenarnya ada tapi malu menjawabnya. mengapa kawan-kawan eh maaf sahabat sahabati yang di cabang sangat intelektual begitu menjadi korcab atau PB krmudian menjadi orang yang sepertinya teralienasi.
kalo orang gelisah dengan kaderisasi di PMII, saya malah berpikir bukan pada pengkaderannya yang masalah. tapi pada bagaimana mengawal kader dan siapa yang mengawal kader lalu pendidikan seperti yang ditularkan secara kultural oleh senior pada kader menengah. salam

10. Malik - January 19, 2007

masalah kopri saya kira sejak kongres medan atau bahkan sebelumnya dah ribut, lalu workshop something kopri di wisma haji cempaka putih,Reinventing dibali dan di hampir setiap firum itu diangkat tapi kok masih saja diributkan.
saya kira wajar mereka ribut kare issu di PMII jarang sekali ditularkan dengan utuh oleh senior jadi kalo tahun 90an ahir kita yang anggkata 95/96 ribut kopri itu lalu sekarang ribut lagi itu wajar. lagiankan (maaf agak kasar) jarang sekali anak PMII yang serius membaca issu jadi mungkin dalam pikiran mereka yang mengembangkan issu itu kopri adalah baru. ato sebenarnya ada revitalisasi isu kopri yang angkatan dianika dan muslihah dan saya juga tidak tahu kare angkatan 95an seringkali tidak pernah care dengan angkatan 2000an. sindrome orang tua kadang kalo maen ke sekretariat hanya marah-marah dan selalu membaca kesuksesannya di masa lalu. jika ini yang terjadi maka siapa yang salah? saya kira tidak boleh ada yang bilang tidak ada yang salah. karena sudah tradisi di Indonesia ini setiap hal harus ada yang salah he he he he salam damai dari pinggiran kota bangkok

11. dianika - January 19, 2007

Garis bawah untuk kalimat berikut ini, Sahabat Malik..
mengawal kader dan siapa yang mengawal kader lalu pendidikan seperti yang ditularkan secara kultural oleh senior pada kader menengah.

Saya sepakat karena selama ini, inilah yang ada dan cenderung hanya jadi menara gading di PMII. Sebatas slogan. Mengawal kader, yg dimaksud oleh PMII adalah menciptakan ruang gerak seluas-luasnya bagi kader. Itu dilakukan atas nama demokrasi dan peri kehidupan demokratis. Saking demokratisnya, makanya kadernya banyak yang bergerak hingga melewati batas… Hilang, tak lagi terendus radar PMII…

Apa yang lantas bisa kita lakukan?? Yuk..bagaimana baiknya ya ??

12. jo - March 12, 2007

anak PMII di KALTIM hampir semuanya skrg terjun di politik praktis,…
terperangkap dalam lingakar kekuasaan, dan berebut sepotong roti BUSUK !!!

13. dianika - March 13, 2007

enggak cuma di Kaltim kok
dan itu bukan cuma di PMII
di Jatim ada keadaan lebih menyedihkan

Tetapi itu nggak lebih dari sebuah pilihan, Sahabat
Sebenarnya itu akan jadi lebih ok dan elegan jika dikomunikasikan
karena
sbg organisasi kader maka yang terpenting adalah
menyalurkan kader2 terbaiknya untuk berkiprah dan mewarnai lintas aspek kehidupan

Now, siap atao enggak itu tergantung kita…

14. zeni - February 1, 2008

assalamualaikum….
maaf ya, kenalin aku zeni PMII UNY. baru kali ini aku nimbrung, mencoba untuk memberanikan diri, karena terdesak oleh keadaan.tiba-tiba saja saya ditelpon sahabat PMII magelang untuk memberikan gambaran tentang KOPRI, padahal saya sama sekali gak tau perkembangan kopri. tapi dengan kengeyelan sahabt/i PMII magelang mau gak mau saya harus bicara. masalahnya, saya kurang info perkembangan KOPRI!! sekitar 3 tahun semenjak diadakan konggres KOPRI di Solo, semenjak itu saya menjadi eneg melihat kopri yang semakin gak jelas. selain itu berkali-kali saya menghubungi pengurus PB KOPRI semasa pengurusan teteh ai’ tapi saya merasa dicuekin. cerita punya cerita bersama kekecewan saya, saya bersama sahabati PMII membuat komunitas sendiri dengan nama KOMPPI Komunitas Putri PMII terdengar lucu ya,akh itu cerita masa lalu…. oya denger-denger mau ada konggresPMIII ya?? denger-denger lagi KOPRI mau dibubarkan ya??? maaf gk gaul, jadi kurang info). menurut saya pribadi adanya KOPRi atau tiak ko’ saya gak pernah merasa keberadaanya ya……Maaf looo… atau mungkin telinga saya yang tertutup, sehingga KOPRI tidak bergema lagi.pada intinya saya merasa Kopri kurang dalam mengawal kader (maaf lagi lo) saya gak tau perjuangan kOPRI itu sampai mana, yang pasti saya gak pernah mendengar greget KOPRI dalam berjuang. entah karena saking banyaknya proyek, sehingga lupa dengan kader-kadernya, atau para pengurus sudah disibukkan dengan pekerjaan lain.
salam cinta dari MAGELANG

15. imel. PC Bjm - March 11, 2008

apakah program dari KOPRI selam ini sudah benar2 dijalankan??, dan apakah selam ini sudah mengayomi KOPRI PKC/PC di Indonesia??

16. roji'un ketum PMII magelang - February 23, 2009

kepada PB PMII
Ass.. kepada sahbat2 PB kita dari PC PMII magelang, kita minta masukan untuk format kaderisasi di PMII magelang, melihat kondisi magelang hari ini kita tidakpunya kampus basis, sehinga mau tidak mau kita harus masuk di univ Muhammadiyah. akan tetapi kita juga harus menerapkan strategi agar kita bisa melakukan kaderisasi di sana! maka dari itu kita minta masukan dari PB PMII untuk sistem kaderisasi di Magelang. matur suwun
Roji’un
PC PMII Magelang

17. Agus Sugito - March 27, 2009

dap !!! coba kita kembangkan sistem kaderisasi BAWAH TANAH untuk konteks UMM, meski jangka pendeknya begitu banyak kendala, namun prediksi obyektif ke depan akan lebih solid, nuwun, Gussu

18. Agus Sugito - March 27, 2009

dap !!! coba kita kembangkan sistem kaderisasi BAWAH TANAH untuk konteks UMM, meski jangka pendeknya begitu banyak kendala, namun prediksi obyektif ke depan akan lebih solid, nuwun, _Gussu.

19. egar dompu NTB - March 26, 2010

POLA kaderisasi jangan sampe terputus,buatlah modul kaderisasi agar kader tidak kehilangan arah.setelah itu distribusilah kadeer yg telah mapan.

20. Ndu Bibech - October 7, 2011

Anggota dan Kader PMII di Lampung lebih cenderung masuk kedunia POLITIK PRAKTIS
Shbat2 bisa ga sie kita kembalikan PMII ke KHITHAH nYa menjadi Organisasi MAhasiswa yg PAripurna ..??

21. hois susandi - September 23, 2012

saya kader 2010,,, orang yng dulunya hanya plangak plongok
alhamdulillah sekarang saya sudah jauh berbeda denan yang dulu,,
saya ingin berterimakasih kepada semua kader dan anggota PMII yang dulunya sudah memperjuangkan organisasi pengkaderan (PMII) ini..dan untuk sahabat/i yang ada di luar sana ”’ salam pergerakan”’ tetap tangan terkepl dan maju kemuka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: