jump to navigation

Menjadi Bintang di Mana Saja December 7, 2006

Posted by dianika wardhani in Buku, Curhat, Harapan.
trackback

Saya tertarik dan jatuh cinta banget dengan buku Menjadi Bintang karya Mario Teguh. Satu buku yang teramat menarik. Saya kenal dan tahu dari teman saya, Akhmad Guntar. Entah berapa kali buku itu saya baca. Layak untuk kemudian dianggap Personal Excellence Series. Layak menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin bintangnya bersinar. Atau pun orang yang ingin bias sinarnya lebih benderang.

Yah siapa sih yang nggak ingin bintangnya bersinar. Meminjam istilah mantan Presiden Amerika  Serikat, William McKinley, bahwa Itulah semua yang bisa diharapkan seseorang selama hidupnya –   untuk menjadi teladan –  dan saat ia meninggal, menjadi sebuah inspirasi bagi sejarah. Teladan dan inspirasi. Dua kata yang merupakan anak tangga tertinggi dalam hubungan interpersonal. Dan saya kira ingin dicapai oleh siapa saja.

Sejauh mana kita layak jadi teladan dan kapan kita menjelma menjadi inspirasi, hanya orang lain yang mengetahuinya. Karena orang lain yang memutuskan kita layak diteladani dan tepat menjadi inspirator.  

Menuju tangga tertinggi tersebut, tentu diperlukan banyak hal. Diantaranya adalah membuat diri kita menjadi bintang. Bintang tak cuma ada di langit. Bintang ada di mana saja. Landasan hukumnya mudah saja. Jangan pernah membiarkan diri kita diwarnai oleh lingkungan sekitar kita begitu saja, akan tetapi kita pun harus bisa membirukan sekeliling kita. Jangan sampai ada dan tidak adanya kita berujung pada satu hal : sama. Celaka dua belas, begitu orang Sumatera bilang 🙂

Ada satu kalimat yang membuat yang membuat saya begitu berkesan pada buku ini. Halaman tiga lima, duuh sampe hapal ya. Bunyinya begini Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk merajut mimpi, membuat cita-cita, dan menyusun rencana; tetapi semua kemampuan itu tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita untuk MENUNDA.

Garis bawahi eh saya kasih huruf besar deh tentang kata terakhir itu.  Kekuatan kita untuk menunda itu memang dahsyat. Seolah ringan saja saat mengesampingkan sesuatu. Kita tidak pernah berhitung berapa banyak waktu terbuang saat kita menunda sesuatu. Berapa banyak kerugian yang tanpa sadar kita raih akibat penundaan itu?

Saya tak hendak membahas lebih jauh tentang buku ini. Resensi tentang buku ini mungkin akan saya lakukan di lain waktu tetapi di tempat yang sama. Saya hanya benar-benar merasa ter-support setiap kali usai membaca buku ini. Semanga saya seolah timbul kembali. Semangat yang jadi motivator paling hebat setidaknya bagi diri saya sendiri untuk tetap menekuni langkah yang memang telah saya pilih. Bismillahirrahmanirrahimm. .. . 🙂 Saya ingin menjadi bintang di mana saja…

Advertisements

Comments»

1. ewepe - December 11, 2006

Wieee…senengnya masih sempet baca buku… 😀
2 buku masuk dalam daftar baca, sudah beli tapi nggakbisa beli waktu luang untuk mbaca…sekarang malah pengen beli buku lagi.
Buku lama sih katanya : “Taman orang jatuh cinta dan memendam rindu” karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Oia…semoga barakah dg langkah yg telah dipilih dan matahari lain bisa jadi adalah bintang terterang yg menyinari kita semua… 😀

2. dianika - December 11, 2006

“Taman orang jatuh cinta dan memendam rindu” karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Pinjem doong?? :))
Klo boleh sih… tapi bgm caranya ya?

Btw, terima kasih atas bantuan supportnya ya…

3. ewepe - December 13, 2006

Nah..itu masalahnya…
Buku taman orang jatuh cinta..ntu yg belum dapat…cari di gramed basuki rahmat kok nggak ada ya???

Insya Allah bisa aja pinjam kalau sudah punya dan udah dibaca hihihi…bisa titip lewat kreshna atau yus khan…?!

😀 cayoo!!!

4. dianika - December 14, 2006

Kemarin tuh pas di pameran buku Surabaya di Convention Hall, ada. Sayang dian nggak bawa uang lebih.
Btw, ada insy ALlah di Manyar… Jangan2 malah duluan saya yang beli…
Iya, boleh2..
Makasih ya 🙂

5. ewepe - December 15, 2006

gramed manyar ya???… Insya Allah sabtu!

6. dianika - December 15, 2006

waduh mas iki rek…
Bukan di Gramedia Manyar tetapi di Toko Buku Manyar…
Begitu lho 🙂

7. arul - December 18, 2006

saya linkkan dari blog sy yah

8. wardhani - December 18, 2006

ya ya..
silakan aja..
klo istilahnya mas Hafiedz Rane, blog kan udah jadi media publik..
sapa2 aja boleh kok jadi link saya…
Saya akan merasa terhormat sekali jika yang nge-link blog saya, ngasih tahu, biar bisa saya link balik juga..

Makasih 🙂

9. arul - December 18, 2006

oia… nama sy di blog itu salah…
belakangnya pake”s”
jadi Asruldin Azis

pantesan ngak bisa connect mungkin karena salah tulis namaku yah? hehe

10. wardhani - December 18, 2006

udah kok
udah tabenerin kok 🙂
thanks ya aku udah diingetin

coba deh sekarang..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: