jump to navigation

Bandara Juanda Surabaya vs Suvarnabhumi, Bangkok November 8, 2006

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat.
trackback

Pagi tadi, sekitar pukul lima pagi saya sudah meluncur  ke Bandara Juanda, untuk menemui teman lama saya. Ndul, aku di bandara yang baru. Dekat pintu masuk departure, citilink loket. Begitu sms ia pukul 03.16 pagi tadi. Ndul, adalah panggilan ia khusus buat saya. Sejak ia jadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember dulu.

Masuk bandara. Saya berjalan pelan mengingat2 kapan terakhir saya bertemu dengannya. Mbak Ruby, begitu saya biasa memanggilnya.

Hari kedua penggunaan Bandara Juanda yang baru. Wah tempatnya jauh dari peradaban. Kalo dari Rungkut masuk Tropodo sebelum jalan Juanda yang lama. Masuk ke kiri. Jauh sekali masuknya….

Dua kali saya melihat kilatan lampu blitz. Ups, Ada yang motret. Ada yang berpose. Saya terus berjalan menahan senyum. Dekat tempat yang dimaksud, saya melihat seseorang berkerudung. Mbak Ruby. Nggak ada yang berubah sosoknya. Kami saling bertukar senyum sebelum kemudian berpelukan. 

Lalu kami masuk sebuah café. Sekadar tempat mengisi waktu luang sebelum boarding. Bertahun tak ketemu, tak banyak yang berubah. Hanya semakin cerdas. Ia menyatakan hal yang sama. Sesekali tawa pecah berderai di antara kami. Tak lagi peduli beberapa pasang mata yang menoleh kepada kami. Lalu kami diam mengikuti alur pemikiran masing-masing.

Satu saat kami sama-sama membuka mulut. Lalu berdebat, berebut memulai pembicaraan. Masih seperti yang dulu. Sama-sama ngotot. Hingga akhirnya, sama-sama tertawa.

Saya bercerita tentang orang yang motret. Ada juga yang berpose. Sejak kapan Bandara Juanda jadi tempat pemotretan? Ia tertawa. Tetapi sejurus kemudian ia bercerita tentang fenomena di Bangkok. Maklum sejak 2003, ia berada di sana, menjadi salahsatu Coordinator di Asian Muslem  Action Network (AMAN).  Ceritanya, jelang akhir September 2006 lalu, pemerintah Thailand mengoperasikan lokasi bandara yang baru, Suvarnabhumi, Bangkok. Letaknya jauh dari pusat
kota. 
         

“Aku harus mengeluarkan tiga ratus bath untuk nyampe sana. Biasanya hanya seratus bath,” kata teman saya.  Fenomena menarik terjadi di Bangkok. Usai resmi digunakan, banyak warga yang datang untuk melihat. Hingga saat ini, lokasi bandara yang kata temen saya mirip plaza itu ramai dikunjungi orang. Bukan untuk beli tiket atau melakukan perjalanan. Akan tetapi lebih pada berlibur, melihat-lihat, bahkan sekadar motret. Jadi riuh rendah Suvarnabhum, begitu lidah orang Thailnand menyebutnya, bukan mereka yang hendak bepergian, melainkan sekadar main.          “Sampai-sampai pemerintah setempat merasa perlu untuk memberikan pengumuman melalui selebaran, dan radio bahwa bandara hanya diperuntukkan bagi yang bepergian,” kata Mbak Ruby seraya menahan geli. Tetapi menurutnya wajar, jika ada yang berniat sekadar main-main ke bandara. Bukan apa-apa. Arsitektur bangunan itu kelewat unik untuk dilewatkan, tentu bagi orang Thailand. “Nyontek bangunan Indonesia. Mirip keong mas atau gedung DPR RI ya,”  tambahnya. 

Berarti sama dong dengan Bandara Juanda. Cuma bedanya pada fasilitas saja. Kata Mbak Ruby, kebersihan public toilet  di bandara Bangkok, juga lantainya amat terjaga. Pengunjung bandara sadar betul pentingnya kebersihan. Dan memang setiap jarak tertentu ada tempat sampah. Sementara di bandara Juanda, duh… sampah, bekas gelas air mineral juga berserakan di pelataran parkir.

Kapan ya bisa Bandara Juanda, pengelola dan pengunjungnya bisa seperti di Bandara Suvarnabhumi?? 

Advertisements

Comments»

1. kakilangit - November 8, 2006

blom pernah ke bandara 😦 cuman di depannya doang..jadi ga tau kayak apa sih interior bandara itu…apalagi naek paesawatnya..eh tapi ngomong2 bandara inwahyudi mau di komersialkan loh..ada kesempatan pulang ke magetan naek pesawat neh 😀

2. kakilangit - November 8, 2006

maksudku bandara iswahyudi yang sebenarnya letaknya di Magetan itu, tapi lebih dikenal dengan Iswahyudi madiun..

3. dianika - November 8, 2006

Hei .. sejak kapan Iswahyudi jadi masuk Madiun?? Ada juga masuk ke Maospati dan itu secara geografis masuk wilayah Magetan.. Wah..wah geografi-ne gimana nih???

4. Icank - November 8, 2006

Kasihan De Loe !!!!!!!!

5. ewepe - November 9, 2006

(hbs baca posting diatas), dalam hati. “jadi foto nggak ya didepan bandara juanda yg baru?” 😀

Insya Allah baru Sabtu besok nyobain rasanya Juanda yg baru…
jadi gak sabar…masih kayak terminal apa gak ya?

6. dianika - November 10, 2006

Met nyobain deh ya..
Keren abis sih
Akan tetapi spt yang saya katakan, kurang bersih
Masih seperti citra publice service yang lain di negeri ini ..
Kurang bersih…

Tapi lihat sendiri deh..
Btw, emang mo kemana? 🙂
Have a nice trip ya

7. kakilangit - November 10, 2006

hehehe..ga tau tuh mba…kata RPUL (singkatanya apa ya…?, buku pegangan pengetahuan umum waktu SD dulu) bandara iswahyudi tuh di Madiun..temen2ku jg kenalnya iswahyudi tuh di madiun. hari ini aku baca majalah Angkasa, iswahyudi juga ditulisnya iswahyudi madiun…
mudah2an bukan pembodohan masal 😀 tapi distrik militernya memang masuk madiun kok 🙂

8. ewepe - November 17, 2006

Wah semangat bener memperjuangin Iswahyudi madiun 😀
Iya kok kalau tanya orang, kebanyakan pasti ngomongnya Iswahyudi Madiun, pastinya karena ownernya adalah distrik militer madiun khan dulu diperuntukkan sebagai sarana mobilisasi armada udara di Madiun.

Atau ada rencana mau ngganti papan namanya? 😀

9. JaF - December 28, 2006

Terakhir saya ke sana, Bandara baru Juanda masih keren mbak. Bangga juga liatnya. Saat turun di Jakarta, rasanya Bandara Sukarno Hatta jadi nampak suram.. hehe

Apa kabar mbak?

10. dianika - December 28, 2006

Emang terakhir ke Juanda-nya kapan lho?? Saya ya pas ketemu temen itu.. Belum bisa mbandingin ma Bandara Soekarno – Hatta karena belum pernah ke sana… He he he

Alhamdulillah kabar baik, Mas.. Bagaimana dg Singapura??

11. ss - March 17, 2007

bagaimana, bandara juanda skr…
bersih kagak…

12. dianika - March 17, 2007

lumayan bagus…
eh soal bersih ya yng ditanyain?
klo depannya sih ok
tapi klo toiletnya?
entah deh…

13. Drajat - June 11, 2007

Juanda tidak Sekejan Bangkok Yang Melarang warganya untuk berkunjung ke Juanda, Kami Menyediakan Tempat untuk Mereka (masyarakat) yang ingin Melihat Aktifitas Penerbangan pesawat take off landing. dan Tempat itu disebut Plasa Atau anjungan. semoga para pengunjung dan penumpang bisa bersama2 dengan kami menjaga kebersihan dari bandara yang kita sayangi ini…….Semoga Semua penggunanya merasakan kenyamanan.

14. Arjuna Shakti - January 19, 2011

Insyalaah sebentar lagi gan 😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: