jump to navigation

Di Penghujung Ramadhan 1427 H October 17, 2006

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat, Harapan.
trackback

Minggu keempat Ramadhan 1427 H. Menghitung mundur menuju hari ke tiga puluh atau 29 jelang berakhirnya Ramadhan.  

Kadang kekaguman berujung pada timbulnya perasaan sayang. Saya terkesan dengan itu. Meski sakit, kadang kita merasa tetap ingin mempertahankannya. Lalu tetap memuja orang itu dengan cara kita sendiri. Seperti yang menjadi pilihan teman saya. Ia menuliskan kekaguman itu, kekagumannya pada seseorang dengan rangkaian kata yang teramat manis.

cinta yang sunyi

Kutatap kau pertama kali
bukan dengan mataku
Kusapa kau pertama kali
tanpa aksara
Kusentuh kau pertama kali
tanpa rasa
Kucumbu kau pertama kali
tanpa kecupan
Kudengar kau pertama kali
bukan dengan telingaku
Kusayangi kau amat sangat
dalam hati
Kudamba kau dengan caraku sendiri
dalam diam
Kucintai kau
dengan cara yang paling sunyi…

* mengapa menyakiti diri terasa begitu indah? Puisi itu begitu mengena bagi saya. Setidaknya usai membacanya. Begitu berkesannya saya meminta ijin yang bersangkutan untuk mengutipnya. Jadilah saya copy paste dari www.bergerak.blogspot.com. Yang saya tahu, memang indah. INdah saat melihat seulas senyum atau tawa singgah di bibirnya. Bahkan saat kita tahu bahwa kita tidak mungkin memilikinya. Kalau boleh jujur, saya memang ingin menyayangi ia dengan cara saya sendiri, tetapi saya tidak pernah ingin ia pergi dari samping saya. Sepertiga malam akhir tadi, saya bermimpi. Kami berboncengan. Lalu, ia menggandeng tangan saya memasuki sebuah masjid. Entahlah. Saya tak alpa doa kok jelang tidur tadi. Tetapi, seperti yang saya katakan tadi. Saya ingin ia tidak pergi dari saya. Itulah doa saya di penghujung Ramadhan 1427 H, kali ini. Semoga Allah mengabulkan.. Amin!

Advertisements
%d bloggers like this: