jump to navigation

Hari Bapak : Penghargaan atau Sekadar Meri? October 15, 2006

Posted by dianika wardhani in Catatan Kecil, Curhat.
trackback

Muncul ide yang menarik di jelang pertengahan September 2006 lalu. Diawali sebuah pemberitaan di sebuah media
massa nasional tentang digagasnya peringatan hari Bapak.
 

Lalu saya berpikir untuk menggali pendapat dari rekan dan sahabat saya. Melalui layanan pesan singkat yang saya broadcast pada beberapa teman terpilih. Tentu mereka yang nomornya ada di phonebook ponsel saya.
Ada puluhan orang yang saya kirimi pesan singkat. Beragam sekali jawaban mereka. Mulai yang serius ada yang terkesan banyolan atau lawakan.

Mau tahu pendapat dari mereka?
Ada komentar dari Dewi. Sahabat saya yang berprofesi sebagai psikolog ini kurang lebih bilang bapak juga memiliki peran penting dalam kehidupan. Ia bahkan wajib punya kesadaran tanggung jawab dalam hidup dan kehidupan. Pendapat teman saya yang satunya, Dewi juga, Kalau ada hari Ibu, bisa saja
kan ada hari Bapak. Tetapi sudah sebesar itulah pengorbanan seorang Bapak sehingga pantas diperingati? Sebuah pertanyaan yang sesungguhnya tidak membutuhkan jawaban.
Saya akan mengajak Anda untuk menelisik jejak sejarah. Keberadaan Hari Ibu diperbincangkan sejak tahun 1928. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional, hingga kini. Ihwal ditetapkannya Hari Ibu adalah terilhami dari perjuangan kaum perempuan dalam rentang masa Martha  Kristina Tiahahu, Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Kartini, dan sederet pejuang perempuan pada masa berikutnya.Bukan lantas saya tidak sepakat. Hal itulah yang bisa dijadikan landasan tentang perlunya dipikirkan kembali keberadaan Hari Bapak. Jika memang dianggap satu penghargaan, itu  dikembalikan pada masyarakat itu sendiri. Atau memang sekadar iri karena memang telah ada Hari Ibu juga Hari Anak?
Full text : http://www.halamansatu.net

Advertisements

Comments»

1. paman tyo - October 30, 2006

hahaha. hari bapak juga boleh kok.

persoalannya setelah ditetapkan sebagai ‘indonesian father day” ada manfaatnya apa nggak?

selama paternalisme dijalankan , dan mitos ttg superioritas pria diamini, yang artinya saya juga diuntungkan, maka setiap hari adalah hari bapak. 😀

2. dianika - October 31, 2006

nah nah itu dia saya juga sepakat…
manfaat indonesian father day itu apa juga ya klo di Indonesia?

Yah..sampe kapan penerapan paternalisme dijalankan di Indonesia? Persoalannya adalah bahwa paternalisme menjadi salahsatu isme yang paling diagungkan di Indonesia.

So, bagaimana mengubahnya?? Atau menimal become equal?
Setidaknya dalam beberapa hal…

3. Kristian - December 2, 2006

Hari Bapak…. Why not ???
Jika dilihat pantas atau tidaknya, Bapak dan Ibu layak mendapat penghargaan.
Saya rasa tidak masalah jika akan dicanangkan Hari Bapak karena sudah saatnya juga kita mulai menghargai Bapak sebagai seorang figur yang bertanggungjawab penuh sebagai kepala keluarga dan pelindung.
Jika diperhatikan, kalau di Amerika dan Jepang saja ada hari khusus bagi seorang idola mereka (see all the big 5 or 3 contestant from American Idol or Tom Cruise in Japan), kenapa di Indonesia or even in around the world tidak ada yang namanya Hari Bapak?????

4. juwet - December 15, 2006

“Father day” yaa??? Hihi..hi…boleh juga:) Tapi bapak2 pada ngapain ya di hari itu? Minta Libur juga gak ya?Waduh bisa repot donk klo gt. Dapur bisa gak ngebul klo bapak2 pade minta dispen juga. Hari bapak bagus juga, toh jasa bapak gak kalah sama ibu, ya kan pak??

5. Amee Hasan - December 22, 2006

Boleh juga tuh…dengan adanya hari Bapak bisa jadi tar kita juga bisa bilang ke semua bapak or calon bapak hepy father day’s…dan bisa jadi semacam penghargaan ke bapak – bapaklahh..kalo peran mereka dlm kontribusi keluarga juga gede…lagian risih juga sering banget tuh cowok – cowok pada bilang kejam deh..negara ini ibu..ibu negara bapak negara gak ada kan..eh ditambah lagee ada hari ibu harii bapaknya gak ada heheeee…cuman yg jadee masalah kapan yah enaknya hari bapak ditetapkan di Indonesia ?????

6. wardhani - December 22, 2006

bukannya tiap hari, mulai 23 Desember sampe 21 Desember itu sudah Hari Bapak?? 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: