jump to navigation

Indonesia Peringkat Dua Dunia DPK Trafficking September 20, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita, Curhat.
trackback

Indonesia menambah panjang prestasinya. Sekali lagi, kita tidak boleh berbangga kali ini.
Indonesia menempati peringkat dua di seluruh dunia daftar pengamatan khusus (DPK) untuk kasus trafficking atau perdagangan orang. Peringkat itu berdasarkan data USAID per Juni 2006.
 

Hal itu diungkapkan oleh Psikolog, Dewi Mustamiah, dalam Dialog Interaktif bertajuk Korban Trafficking dan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga kerja sama Yayasan Tri Guna Bhakti, Hotline Surabaya, harian Memorandum, dan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur, akhir Agustus 2006 lalu.   Melanjutkan perkataan Dewi, aktivis Yayasan Hotline Surabaya, Youri menyatakan bahwa trafficking merupakan sebuah upaya yang untuk merekrut sesuai dengan untuk tujuan eksploitasi. Hal itu mencakup tiga elemen yakni proses, cara, dan tujuan.Dalam berbagai kenyataan menunjukkan beberapa hal yang menyebabkan trafficking yakni kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, pernikahan dini, sistem dukungan sosial yang lemah tidak ada dukungan yang menunjukkan bahwa persoalan orang lain adalah persoaolan orang lain, dan budaya konsumerisme. Sekadar perbandingan, untuk wilayah yang lebih sempit yakni di Jawa Timur. Tahun 2005, tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Jawa Timur lebih banyak berasal dari Kabupaten Malang, sebanyak 13,6 persen. Jumlah tersebut didominasi oleh perempuan dengan jumlah 6.921 orang atau 90,6 persen. Posisi kedua diduduki oleh Kabupaten Bangkalan.Berikut data dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur melalui harian Kompas edisi Selasa 16 Mei 2006.Terdapat daerah Jawa Timur pengirim TKI tahun 2005:

1. Malang = 7.635 orang
Laki – laki = 714
Perempuan = 6.921  

2. Bangkalan = 3.906 orang
Laki – laki = 2.521
Perempuan = 1.385 

3. Tulungagung = 3.867 orang
Laki – laki = 1780
Perempuan = 2087 

4. Blitar = 3.716 orang
Laki – laki = 963
Perempuan = 2753 

5. Lamongan = 3.674 orang
Laki – laki = 2800
Perempuan = 874 

6. Ponorogo = 2.773 orang
Laki – laki = 697
Perempuan = 2076 

7. Gresik = 2.764 orang
Laki – laki = 2143
Perempuan = 621 

8. Kediri = 2.727 orang
Laki – laki = 735
Perempuan = 1992 

9. Banyuwangi = 2.614 orang
Laki – laki = 920
Perempuan = 1694 

10. Mojokerto = 1.824 orang
Laki – laki = 1041
Perempuan = 783

Advertisements

Comments»

1. edi sutoyo - September 25, 2006

Riau gak ada ya mas, selamat menjalankan ibadah puasa, sukses untu anda

2. hIDA - October 17, 2006

Menyedihkan sekali karena Indonsia dianggap belum mampu untuk mnyelesaikan masalah perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, terlebih lagi tier Indonesia turun dari report 3 Juni 2005, Indonesia berada dalam tier 2, dan sekarang tier 2 watch list!!!

3. wardhani - October 17, 2006

entahlah ya
apa lagi ya prestasi Indonesia sekarang

Tetapi bukankah itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk menanggulanginya??

4. Khalifah R - November 22, 2006

Miris memang mendengar fakta itu. tapi itulah fakta yg sebenarnya. bahkan bisa jadi jumlah yang tidak / belum tercatat masih banyak.
ya.. benar. itu memang PR kita bersama, dari pemprov, LSM – LSM, lembaga sosial, hingga diri kita semdidi. minimal kita menjaga keluarga kita atau lingkungan di sekitar kita mengalami trafficking, yg akan menambah lagi catatan hitam bangsa kita, dan surabaya khususnya – yg terkenal dg lokalisasi terbesar se- ASEAN –

5. verry - November 23, 2006

hebat, indonesia selalu urutan teratas kalau masalah kejahatan manusia. untuk di daerah saya kalimantan barat yang dekat dengan daerah perbatasan, sangat luar biasa kegiatan trafficking, saya tidak mengerti dengan lembaga yang berwenang mengurus eksport tenaga kerja. semua tutup mata. beberapa sahabat saya mencoba mewarnai dan membantu korban hasilnya para sahabat itu menjadi terkucilkan dan dicurigai pembuat masalah. sayang , banyak lembaga-lembaga yang terbentuk, dan hanya sebatas konfrensi pers. kalau saya melihat akar persoalan adalah untuk menutupi kebutuhan perut, dimana pemerintah tidak bisa melindungi warga seperti amanat UUD 1945, legislatif sibuk dengan amandemen UUD 45 untuk mengamankan posisi, terimakasih untuk para sahabatku yang membatu korban trafficking, anda adalah pahlawan

6. mifta - December 2, 2006

kenapa bisa begitu yah

7. eric,rumangkang - September 4, 2007

sungguh suatu prestasi yang memilukan,kita berharap dengan adanya uud no21tahun 2007,bisa membuat peringkat kita turun drastis,semoga.Derap tki&Ham.kepri

8. Yanuar/nuar - September 17, 2007

wau….salu…tt untuk indonesia!! Slalu berprestasi dalam hal-hal buruk, merugikan dan memalukan;so Gmana mau di blg negara bermartabat luhur Broo……???

9. MISKUN MENDEZ - November 5, 2007

Yth MATAHARILAIN,
Kami sangat prihatin sekali dengan keadaan Negeri yang kita cintai ini, belum lagi masalah lama tuntas, sudah datang bertubi-tubi masalah yang baru. Entahlah…………….
Tapi kira-kira kami dikirimin data/grafik kasus trafficking di Indonesia dan Sumatera Utara atau kalau mungkin MATAHARILAIN punya data khusus daerah kami di Kabupaten Langkat.????????
Thx’s

10. dianika - November 5, 2007

wah …
saya tidak punya… eh belum ding 😀
coba deh browsing di internet…
maaf 🙂

11. aRin - November 22, 2007

SebEnarNya…apA c yanG mElataR beLakangi adAnYa trafficKing iTu??? KnapA aDa yNg teGa nGelaKuiN tRafficKinG,paDahAL Qta sMw tw,,,manUsia iTu puNya HaK unTuk HidUp!!! suNgguH keJam HiduP iNi….

12. yo0o - December 30, 2007

yaa.. sbenerna,, ada ga sih uu yg ngelarang trafficking itu sendiri? untuk kita kita aj, cara hindarinnya gmn? anw. . tulisann u bgs jg.. hihihi

13. icha - January 3, 2008

iya tu, masalah parah bgt..secara..masak orang dijual..mank apaan. hari ni kohati PB HMI ngadain pelatihan pendampingan trafficking..tp buat member only, hehe. moga bermanfaat ya. amien.

14. ketut budarini - January 11, 2008

ya,… sangat menyedihkan sekali, sekarang harus di cari solusi bagaimana bisa mencegah terjadinya kasus yang baru lagi , seharusnya UU perlindungan anak yang sudah ada di tegakkan dengan benar . sungguh fakta yang ironis sekali.

15. jehan - March 16, 2008

gila

16. ovie_sumenep - March 27, 2008

waduh, ternyata kota kecil sekelas Bangkalan banyak kasus trafficking juga yach…
untungnya di kota saya Sumenep(tetangganya bangkalan) masih belum terungkap kasus gituan…
Kayaknya perlu upaya kita bersama untuk mencerdaskan masyarakat, ya bukan berarti masyarakat kudu jadi sarjana S-1, seenggaknya masyarakat umum khususnya yang di daerah terpencil seperti Madura nggak tergiur atau jadi korban mafia trafickking..

17. nury - December 23, 2008

solusinya mna?????????

18. Maladi Noor - April 4, 2009

pemerintah harus tanggap atas persoalan trafficking yang terjadi di tanah air, dengan menciptakan sejumlah lapangan kerja bagi warga masyarakat (usia produktif 15-25 tahun), bagi masyarakat pedesaan dengan menggalakkan sektor ekonomi produktif bidang pertanian dan perkotaan disektor jasa dan perdagangan. (Maladi – Pontianak)

19. Yulia Tricahyaningtyas - April 15, 2009

astagfirulloh al’aziim….

insyaflah wahai manusia.bukannya jualin produk ke luar negri (ekspor) yang di banyakin, malah jual orang.kaya’ gak ada yang bisa di jualin aja

20. princess - April 22, 2009

apa yang ada di benak masyarakat Indonesia sekarang. sampai-sampai mendapatkan juara ke-2 dalam hal yang menjijikan ini. kemana hati nurani ,ereka yang memperjual belikan manusia. dan kemana juga kesadaran mereka akan jalan yang salah, semua dibutakan oleh uang. crazy..

21. wildan - May 5, 2009

namanya juga hidup……..qta sudah buta dengan harta

jual orang demi sesuap nasi

22. Fahrianoor - June 5, 2009

Data untuk Banjarmasin ko tidak ada ya. Tolong di cantumkan juga ya. data tersebut sangat fungsional dalam kita memantau perkembangan TKI dan bahaya trafficking. terima kasih

23. MAMARIZZA - June 19, 2009

JANGAN K,,,,,,,,
MEREKA JUGA MANUSIA,,,,
SAMA DENGAN,,
BAPAKMU,,
MAMAMU,,
BUDEMU,,
PADEMU,,
NENEKMU,, N
KO PU TETE….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: