jump to navigation

2007, Pemprov Jatim Masih Fokus Tangani Kemiskinan August 25, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita, Catatan Kecil.
trackback

Gerakan Pengentasan Kemiskinan Jawa Timur akan terus bergulir. Tahun 2007, pos anggaran ditujukan pada tiga hal yakni kemiskinan, pengangguran, dan kemandirian ekonomi berkualitas. Hal itu disebabkan oleh pascakenaikan harga bahan bakar minyak angka kemiskinan bertambah dua kali lipat hingga mencapai 13 juta orang.

“Pemprov sepakat melanjutkan penanganan kemiskinan di Jatim,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi (Bappeprov) Jawa Timur, Hadi Praseyo, dalam Suara Dewan bertajuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) – Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2007, di Studio 2 TVRI Jawa Timur, Kamis (24/8) malam.

 

Komitmen itu ditunjukkan dengan adanya kesepakatan pengurangan anggaran 2007 pada aspek Belanja Rutin Nongaji sebanyak 20 persen. Dana tersebut akan diturunkan pada 3500 desa melalui program bertajuk Inisiasi Investasi Mikro berupa padat karya, tanggung renteng, dan sebagainya. 

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari program pengentasan kemiskinan pada tahun anggaran sebelumnya. Tahun 2006, APBD 4,7 triliun rupiah sebanyak 1,2 triliun rupiah teraloksi pada penanganan kemiskinan.  

Ketua DPRD Jatim, H. Fathoorasjid, menegaskan bahwa deretan program tersebut sinergis dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Hal itu sesuai dengan peraturan daerah Nomor 8 tahun 2005. “Deretan program tersebut merupakan pelaksanaan visi kepala daerah terpilih, dalam hal ini Pak Imam Utomo,” tambahnya. 

Sementara, pengamat ekonomi, Tjuk Sukiadi mengingatkan perlunya penentuan titik fokus pelaksanaan pembangunan. Kenyataan yang ada menunjukkan anggaran Jatim sangat terbatas. “Jangan sampai niatnya menangani semua malah tidak karuan, malah tidak ada hasil yang nampak,” tuturnya. 

Advertisements

Comments»

1. Imam Baehaqie Abdullah - December 20, 2006

Lha mengapa tidak melibatkan swasta mas?
Kita bisa banyak belajar misalnya dari Thailand. Mereka mencoba menangani persoalan kemiskinan dan sekaligus mengembalikan penduduk migrant dari perkotaan ke desa-desanya dengan cara melibatkan swasta. Caranya juga cukup sederhana dan Jatim nampaknya memungkinkan untuk melakukan hal itu.
Salah satu yang cukup menarik adalah melalui program industrialisasi perdesaan. Di Thailand hal itu dilakukan dengan cara memberikan fasilitasi pada industri besar untuk mengembangkan bagian produksinya di perdesaan. Dalam hal ini negara memberikan fasilitas lahan untuk pembukaan pabrik itu. Dan banyak contoh lainnya.
Dengan cara itu, APBD Jatim dan Kab/kota di Jatim yang memang terbatas dapat terbantu oleh pelibatan swasta. Monggo dipun coba

2. dianika - December 21, 2006

Mas yang dimaksud tuh sapa? Saya ..hm… ^_^

yah semoga saja pemprov dan pihak DPRD Jatim sempat membaca blog saya ini. Usulan Anda bisa dipertimbangkan. Dan semoga dalam pelaksanaanya tidak ada ketimpangan…..

Tapi kok saya nggak asing ya dengan nama Anda? Anda siapa?? Terima kasih udah singgah…. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: