jump to navigation

Jiwa Itu Bernama Komitmen*) July 18, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita, Catatan Kecil, Curhat.
trackback

Tulisan ini aslinya permintaan dari seorang sahabat saya. Ia meminta oleh-oleh tulisan dari Banyuwangi. Perkataannya mengingatkan saya betapa rajinnya saya dulu. Sepulang dari perjalanan manapun, selalu mengharuskan diri membuat tulisan. Sekadar penanda bagi diri sendiri bahwa saya pernah berkunjung ke tempat tersebut. Lengkap dengan tanggalnya.

 

Di Banyuwangi, saya menjadi trainer dalam pelatihan Manajemen Organisasi, di Banyuwangi, medio Juli 2006 lalu. Keseluruhan peserta berjumlah sekitar 30 orang. Saya minta dibagi menjadi enam kelompok. So, tiap kelompok ada
lima orang. Kepada masing-masing wakil kelompok, saya serahkan
lima kertas. Saya serahkan mereka mau tulis apa yang jelas harus terangkai satu kalimat. Masing-masing kertas berisi satu kata. Ramailah suasananya.  

Lima menit berlalu. Bisa ditebak deh! Tidak karuan.
Ada yang satu kertas diisi tiga kata. Saat presentasi, digodain teman-temannya.
Ada juga yang ribut dengan mengatakan,”Nah, apa kataku..” Ternyata diusut-usut sempat terjadi adu pendapat. Tetapi entah kenapa, pendapat yang salah yang menang. Rupanya, karena yang menyatakan adalah pemimpin informal yang mereka pilih sendiri. Saya jadi tersenyum. Tertawa sekilas melihat kisruh-nya mereka. Mereka pun tertawa. Menertawakan diri sendiri dan saling menertawakan. 

Tim itu terdiri atas beberapa orang yang memiliki tujuan bersama. Kalau salahsatunya lupa tanggung jawab, maka lainnya akan terkena imbasnya. Memang tiap anggota tim itu idealnya memiliki keahlian dan skill spesifik. Saling melengkapi, selanjutnya menjadi satu kesatuan tim yang solid. 

Menyitir konsep tim yang dikemukakan oleh Jon R Katzenbach dan Douglas K Smith dalam buku bertajuk The Wisdom of Teams sesungguhnya ada fokus pada pokok-pokok tim meliputi tiga aspek yakni Produk Kerja Kolektif – Pertumbuhan Pribadi – Hasil Kinerja Ketrampilan sinergis  dengan Keahlian – Akuntabilitas – Komitmen.Pertama, Keahlian mencakup Pemecahan masalah, Teknis / Fungsi, dan Antarpribadi. Kalau saya terjemahkan secara bebas,  hal itu menyangkut pada masing-masing individu memiliki kemampuan penyelesaian masalah dengan cara/teknis yang berbeda. Kedua, Akuntabilitas yang meliputi   Bersama, Sejumlah kecil orang, dan Perseorangan. Ketiga, Komitmen mencakup Sasaran Spesifik, Ancangan Bersama, Tujuan yang bermakna. 

Betapa pentingnya keselarasan informasi. Betapa perlunya komunikasi. Dan betapa berharganya sebuah komitmen untuk melakukan ancangan bersama demi mencapai tujuan bermakna.  Jika ada satu saja yang menyalahi dan keluar jalur komitmen, maka sangat bisa dipastikan akan terjadi ketimpangan. Jika dibiarkan berlarut-larut, bisa menjelma menjadi bom waktu. Tinggal menghitung mundur menuju liang kubur sendiri.  

*)Maaf ya, saya kok merasa tulisan ini jelek banget.  

Advertisements

Comments»

1. yohanes widodo - September 27, 2006

makasih sharingnya… mau kucoba untuk permainan di kelompok ku…

2. wardhani - September 27, 2006

silakan dicoba
smg bermanfaat ya

Jangan kapok berkunjung ya
Sukses untuk Mas Boi!!

3. yana - September 25, 2007

Kadang-kadang
dalam hidup ini
kita tak tahu mana letaknya diri
apa yang kita buat tanpa kita sedar
kebenaran yang ada
apa saja yang kita ada
adalah pinjaman cuma
tak sedar yang dia bukan milik kita
dan tak sedar
BILA KITA AKAN DIKETEMUKAN SEMULA

4. mas ut - October 30, 2007

bagus banget saya akan coba di kelasku, boleh kan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: