jump to navigation

Diskusi Memaknai Korupsi July 3, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita.
trackback

Korupsi selalu diidentikkan dengan mencuri, mengambil hak orang lain. Korupsi diartikan dengan mark up dana di luar batas yang seharusnya. Korupsi dimaknai sebagai tindakan mengambil hak orang. Setidaknya itu sementara pemaknaan orang atas istilah bernama korupsi. Sepertinya korupsi itu dosa besar. Pelakunya harus diapakan?

Dalam bedah buku NU Melawan Korupsi Kajian Tafsir dan Fiqh, yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Minggu (2/7), kemarin, terungkap makna baru korupsi. KH Mohammad Masyhuri Naim selaku penanggung jawab penyusunan dan penerbitan buku menyampaikan arti lain korupsi.

 

Dikatakan Naim, korupsi memiliki beragam makna, diantaranya adalah suap. “Antara korupsi dengan suap kan berbeda secara substansial, yakni suap bermakna memberi. Sementara korupsi mengandung makna mengambil,” kata Naim yang juga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

Akan tetapi, lanjut Naim, keduanya kini berjalan beriringan. Untuk mendapatkan sesuatu seringkali orang melakukan suap.

 

Sementara, Zainuddin memaknai korupsi sebagai gaya hidup dan krisis. “Korupsi menjadi gaya hidup yang disebabkan oleh krisis diantaranya mencakup moral, sosial, ekonomi, dan politik,” tambah Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Bahwa tindakan korupsi menurut Dedy Priambudi tergolong extra ordinary crime, sehingga ia sepakat dengan adanya penanganan ekstra dalam hal ini. “Akan tetapi hingga kini belum ada pembenaran secara agama,” ujar mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya tersebut.

Mengiyakan Dedy, Naim menyepakati terapi terberat bagi pelaku korupsi lengkap dengan landasan hukumnya.

Makna korupsi, sesungguhnya bergantung persepsi. Demikian halnya dengan penanganan korupsi. Meminjam istilah Ali Maschan, harus ada empat hal yang beriringan yakni substansi hukum, struktur hukum, sumber daya manusia, dan budaya hukum.

 

Nah, apa korupsi dan bagaimana idealnya penanganan. Kembali tergantung niat dan kemauan seluruh pihak untuk melakukannya. Bagaimana menurut Anda?

  

Advertisements

Comments»

1. benisuryadi - July 3, 2006

berat, acapkali semuanya dimaafkan kala berhubungan dengan diri

2. fenu - October 10, 2008

jdi,,
sebenernya makna korupsi itu pa sich,,

3. Shohibul Anshor Siregar - May 30, 2009

Bagus. Tks

4. yuaninda - November 25, 2010

Askum sya ingin bertanya
apa faktor-faktor penyebab timbulnya korupsi?
terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: