jump to navigation

Meneguhkan Jaringan Gerakan Pemberantasan Korupsi June 29, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita.
trackback

Begitu judul acara bedah buku. Buku bertajuk “NU Memberantas Korupsi : Kajian Tafsir dan Fiqh” itu akan diadakan Minggu (2/7) pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB bertempat di hotel Fortuna Jalan Darmokali No.25 – 27 Surabaya. Sebenarnya bisa tidak sih korupsi itu diberantas?

Dalam acara tersebut, ada sederet tokoh yang diproyeksikan hadir, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Dr Ali Maschan Moesa, Ketua Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, Direktur Lembaga Kajian Politik dan Sosial (LKPS), tokoh akademik, Dr Daniel T Sparinga.

Dalam acara tersebut, Daniel Sparinga akan memaparkan Kegagalan Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Akademisi Universitas Airlangga tersebut akan memberikan pandangannya terkait raport merah pemberantasan korupsi di Indonesia. Dr Zainuddin Maliki akan mengemukakan gagasannya tentang peneguhan jaringan gerakan pemberantas korupsi. Sementara, Ali Maschan Moesa akan menyampaikan spirit way of life, agama dalam membentuk etik antikorupsi.

Berbincang tentang upaya pemberantasan korupsi, seharusnya ada satu pandangan penting yang membahas tentang peranan pers dalam upaya pemberantasan korupsi. Adakah pers benar-benar mampu meneguhkan peranannya sebagai social control atau justru malah turut berperan aktif dalam pelanggengan korupsi. 

Satu pertanyaan besar yang harus dijawab. Kalau bukan oleh kita, para pembacanya, siapa lagi yang akan mengontrol peran pers??

Advertisements

Comments»

1. Guntar - June 29, 2006

Itu dia. Klo mbak Dian emg merasa Pers bisa meneguhkan perannya sbt social control, maka apa para jurnalis-wartawan kita sudah cukup berkompeten dlm melakukannya?

Apakah kekuatan pers kita sudah memiliki kemampuan utk melakukan investigasi yg valid & bertanggung jawab?

Saya cukup salut -mungkin- dg TransTV yg bisa melakukan berbagai investigasi yg bahkan pihak polisi terlambat atau gagal mendeteksinya.

Dan lagi, pertanyaan mbak Dian, “Adakah pers benar-benar mampu meneguhkan peranannya sebagai social control atau justru malah turut berperan aktif dalam pelanggengan korupsi?”

Jawabannya menurut sampean apa coba? ^_^

2. Eep - June 30, 2006

sewaktu saya menjadi “wartawan” sering sekali ditawari untuk menerima amplop..
oknum2 wartawan seperti ini juga perlu dikontrol..

3. arief - June 30, 2006

Mungkin negeri “bebas korupsi” itu utopia, tp sebuah usaha menuju ke negeri itu bukanlah suatu yang sia-sia karena, seperti halnya membersihkan endapan lemak dalam “blood vessel”, pada akhirnya yang akan kita capai lebih dari kebersihan “blood vessel” itu sendiri, tapi juga kesehatan tubuh berkat sirkulasi darah yang lancar. (lho kok ngomongin biologi hehe…).

Korupsi bersumber dari kebohongan dan kelihaian dalam memanipulasi keuangan. Jika hukuman untuk pelaku kebohongan finansial ini tidak berat, sepertinya korupsi terus bertumbuh. Pers tidak bisa mengontrol perkembangan korupsi, tapi pers bisa mewartakan dan memanipulasi opini jutaan pembaca dengan memasukkan ide bahwa korupsi adalah hal yang buruk; bukan sesuatu yang enak dilakukan atau sesuatu yang permissible.

Saya kok punya teori bahwa pelaku korupsi itu adalah orang yang dulu2nya suka nyontek waktu sekolah. Karena nyontek itu berbohong, dan setelah sekian lama menyontek, berbohong jadi sesuatu yang lumrah. Kemudian dengan advancement bidang keuangan dan posisi di perusahaan, orang itu lalu berbohong juga dan menganggapnya sesuatu yang permissible karena jerat hukum tak mempan.

Dalam Islam (dan agama2 lain), yang nilai-nilainya diusung NU, kejujuran itu mutlak. Tapi ya implementasinya susah ketika kita dihadapkan pada kenyataan bahwa perut yang lapar dan mata yang haus keindahan dunia mesti dipuaskan dengan berbagai cara, meski juga berbohong hehe..

(kok aku jadi ceramah to … )

Anyway, good posting!! 🙂

4. dianika - June 30, 2006

Kadang memang susah kalau sudah ngomongin soal korupsi.
saya sih memang sudah meangalokasikan waktu untuk datang.
Semoga saja saat itu saya bisa melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

Akan tetapi jika nanti forumnya ndak lebih dari sekadar penggembira menuju Pilihan Gubernur 2008, saya lebih memilih diem.So, dilihat saja Minggu besok.

Anyway, terima kasih sudah singgah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: