jump to navigation

Persahabatan June 23, 2006

Posted by dianika wardhani in Curhat.
trackback

Friendship is the most beautiful world. Kita sudah cukup menangis. Saatnya kita bersyukur bahwa ia tetap menjadi milik kita sampai kapan pun.

Tidak apa Menangislah Iringi Istighfar ya Ada kalanya manusia butuh pukulan berat untuk menjelma menjadi setangguh karang

Selanjutnya kita akan mampu menahan gempuran ombak Yakin kita akan mampu melewati dan mendapatkan I’tibar paling berharga bagi masa depan kita Apa kabar?

Melelahkan ya hari ini. Lengkap betul kelelahan minggu ini.

Ah tidak. Semua berjalan sesuai skenario-Nya. Kita saja yang kurang cerdas memahami ibrah-Nya.

Ini teori gejala awal depresi ada 3 : a. malas lakukan aktivitas rutin harian – mandi, makan, kerja – b. Ingin terus tidur atau istirahat yang tidak wajar c. Pikiran sering kosong dan loss contact – ngelamun atau nangis

Itu dialog dengan rekan saya yang bercita-cita jadi seorang dokter kandungan. Seharusnya saya bersyukur ya. Bukan apa-apa. Di saat saya membutuhkan bahu seseorang sekadar untuk membagi kelelahan, Allah justru mengirimkan seseorang yang membutuhkan support, penyokong semangat. Skenario-Nya-kah agar saya lebih pandai bersyukur? Agar mata saya lebih terbuka bahwa keadaan saya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan yang lain, bahkan orang yang ada di sekitar saya.. Tetapi seperti biasa, saya bisa menjelma menjadi sosok sok tangguh. Mengirimkan pesan kembali kepadanya. Memberi dorongan bahwa tidak apa jika ia ingin menangis. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita lemah. Akan tetapi sekadar melepas penat. Entah kenapa, seseoranng akan merasa lebih terasa lebih ringan, usai menumpahkan air matanya. Mungkin ia tak pernah tahu, saat saya membalas pesan singkatnya itupun, saya sempat berurai air mata. Iya, benar memang, Ada dua kemungkinan saat seseorrang menyatakan sesuatu. Pertama, ia memang benar-benar telah memahami pernyataan itu dan saat itu memang harus transformasi. Kedua, ia tengah meyakinkan diri dengan pernyataannya sendiri. Saya rasa saya lebih cenderung yang kedua. Benar nggak sih saya akan siap kehilangan dia satu saat nanti? Lucu juga. Akan tetapi, whatever, itulah yang semestinya saya persiapkan. Semestinya? Iya karena sampai hari ini pun, saya belum juga bersiap melakukannya. Semalam kami bertemu lagi. Di tempat prakteknya. Wajahnya kuyu di balik kerudung putihnya. Memang ia sedang sakit. tetapi tetap dengan senyum khasnya ia menyambut kehadiran saya. Ia membalas bahwa dunia terindah adalah Ukhuwah. Iyalah. Di dalamnya udah ada unsur bernama persahabatan. Lalu kami tenggelam dalam cerita tentang duel Argentina vs Belanda. Tentang Lionell Messi. Tentang Owen yang cedera. Tentang Luis Figo, yang memang sejak lama membuat saya terpesona. Terakhir, kami sempat bercerita tentang Robinho dan Kaka. Dua andalan Brazil itu layak disebut bomber. Para penjaganya lengah sedikit keduanya lewat. Melesat dan …. Tawa pun pecah di antara kami. Sejenak, kesedihan benar-benar terlewati malam itu. Semoga saja…

Advertisements

Comments»

1. andri - August 14, 2006

i want to be toug like u all, pals.
i have just been parasit to my friends all this time.
i want to change like u all, pals.
i think sacrifaction is a must to compromise.

alike tile made of clay.
i should be shaped, pressed, and even burnt to become lovely glossy tile.

let’s try our best, pals.
jazakillah khoir for the response. friendship is indeed beautiful.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: