jump to navigation

Sesuatu Bernama Sepi dan Rindu June 14, 2006

Posted by dianika wardhani in Cerpen.
trackback

“Mana yang kamu pilih : Rindu atau Sepi?”

Takkan ada yang memaksa. Terserah saja. Yang jelas, kedua-duanya melahirkan konsekuensi.  Tetapi, kedua-duanya pun memiliki makna.

Bagiku kesendirian itu menyenangkan. Karena memang aku tidak pernah merasa berjalan sendirian. Selalu ada bayang-bayang seseorang. Bayang-bayang yang aku simpan sendiri, aku cinta sendiri, aku rindu sendiri, aku nikmati sendiri. Bayang-bayang yang tumbuh di dalam sepi. AKu memeliharanya, memupuknya, merawatnya, menyiramnya, menyianginya, sampai ia berputik, kuncup, mekar, merekah menjadi bunga. Aku gempita dalam kesendirian. Tidak pernah merasa sepi.
Rindu itu juga menyenangkan. Di dalam setiap kerinduan, ada harapan. Ada keinginan.

Toast Oleh Lan Fang dalam Jawa Pos, Minggu 11 Juni 2006

Aku akan memilih rindu. Aku benar-benar akan menjatuhkan pilihan pada sesuatu bernama rindu.
Dengan rindu, aku bisa bebas bermain dengan angan-anganku. Berkelana ke alam lain yang tidak bernama namun terasa ada.

Rhio : Sepi

Rima : SEpi karena dengan sepi kita bisa merenung, melamu, mendaapat inspirasi, dan mengekspresikannya

 Rindu, dalam suasana rame tetap saja rindu. Tidak ada obatnya

Anna : Rindu. Tapi jangan diartikan macam-macam

Dana : Aku pilih rindu karena sudah ada yang dipikir

Feris : pilih rindu deh karena itu berarti kita memiliki seseorang dan tidak mesti sepi dan sendirian

Iyus : saya pilih rindu karena bagi saya itu adalah pilihan. Saya memilih itu karena memang saya menginginkannya. Jika saya merindukan sesuatu maka saya selalu memiliki keyakinan bahwa sesuatu itu memiliki perasaan sama dengan saya.
Keenam kawanku itu memiliki pernyataan masing-masing. Kawan pertama, tanpa alasan. Tetapi aku sedikit banyak tahu apa alasannya. Akan tetapi aku enggan mengungkapnya dalam cerita ini. Kawan kedua, ketiga, dan keempat lama sekali aku tidak berjumpa dengannya. Entah apa yang membuat mereka memiliki pilihan seperti itu.

Kawan kelima tentu tengah bersuka hati karena ia memiliki sesuatu dan merasakannya. Kawan keenam, aneh. Aku tidak ingin menebak apa yang tengah dirasakannya. Biarlah itu menjadi dunianya.
Sesungguhnya aku ingin menulis cerita tentang sesuatu itu. Akan tetapi aku belum punya cukup waktu untuk menyampaikannya. Aku belum memiliki sejengkal energi untuk mewujudkannya. Tetapi
satu saat nanti aku ingin menyatukan kesatuan pandangan itu menjadi alur cerita.

Kini ada yang ingin kutanyakan pada Anda, apa yang Anda pilih : Rindu atau Sepi?”

— 11 Juni 2006— 21.47 WIB

Advertisements

Comments»

1. madi - September 24, 2006

sepi…….
yach…..dengan sepi kita merasa bisa berbuat apa saja, melamun…bertadabbur…dan kita hanya merasa sepi dari apa yang kita rindukan..tapi Tuhan selalu bersama kita…
rindu hanya benih kekecewaan.. andai kita rindu manusia..
apa manfaat rindu itu?bisakah anda menjawab? sepi…apa manfaat sepi? apakah anda bisa membandingkan faedah keduanya?

2. dianika - September 25, 2006

Dalam hening sepi, kita bisa becermin untuk melihat diri sendiri. Apa yang telah menyebabkan deretan khilaf dalam diri ini?

Saat rindu pada seseorang, kita bisa menjelmakannya menjadi semangat. Semangat terhebat untuk menjadi yang terbaik. Semangat yang berujung pada keyakinan.

Saat sepi berkalang rindu, .. hm hanya kita yang tahu jawabannya.

3. rhe - January 3, 2007

Sepi…
karna dalam sepi itulah qta baru bisa menyadari apa yang datang dan pergi dari kehidupan kita yang tanpa pernah kita sadari… dan rindu tak pernah semanis yang dikatakan banyak orang.justru sebaliknya, bagiku rindu sedikit menyakitkan…

4. dianika - January 4, 2007

Semestinya kita juga bepikir bahwa terkadang kepergian seseorang itu akan menciptakan sebuah gelombang yang mau tidak mau, suka tidak suka, akan membuat kita jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Sesuai terjadi karena alasan, begitu kata rekan saya. Tetapi saya lebih sepakat pada statement Segala sesuatu yang terjadi adalah yang terbaik buat kita.. Cie sok arif.. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: