jump to navigation

Menjadi Perempuan Paling Bahagia : Teladan (4) June 10, 2006

Posted by dianika wardhani in Buku.
trackback

Berikut ini adalah isi seorang istri usai menjalani bulan madunya, yang ditujukan pada ibunya. Ia mengatakan dalam suratnya sebagai berikut,

“Wahai ibuku tersayang, hari ini aku telah kemballi ke rumahku yang kecil lagi sederhana yang telah disediakan oleh suamiku seusai menjalani bulan madu. Sebenarnya aku berharap agar engkau tinggal di dekatku, wahai ibuku tersayang, supaya aku dapat menceritakan kepadamu semua pengalaman yang kualami dalam kehidupan baruku bersama suamiku.

Sesungguhnya suamiku adalah laki-laki yang baik. Dia mencintaiku dan sebaliknya aku pun mencintainya. Aku berupaya semampuku untuk membuatnya puas dalam segala hal. Percayalah, wahai ibuku tersayang, sesungguhnya aku memelihara semua nasihatmu dan melakukan semua pesan yang engkau berikan kepadaku. Aku merasa setiap kalimat, setiap huruf yang engkau katakan kepadaku, dan engkau bisikkan ke tellingaku seraya merangkul dan memelukku ke dadamu dengan penuh kasih sayang pada malam pernikahanku.

Sesungguhnya engkau adalah teladanku yang terbaik. Tiada sasaran bagiku, selain mengikuti apa yang pernah engkau lakukan kepada ayahku yang baik dan juga kepada kami semua sebagai anak-anakmu. Sesungguhnya engkau telah memberikan kepada kami semua cinta dan kasih sayangmu. Engkau telah mengajari kami makna kehidupan dan bagaimana kami harus menghayatinya. Engkau juga telah menebar dengan tanganmu sendiri benih-benih kecintaan ke dalam kalbu kami.

Kudengar suara kunci pintu kamar berputar. Itu pasti suamiku. Sesungguhnya ia ingin membaca suratku kepadamu. Ia ingin mengetahui apa yang kutulis buatmu, wahai Ibu tersayang. Ia ingin bergabung denganku menghabiskan saat-saat yang bahagia bersamamu melalui suratku yang kuresapi dengan segenap jiwa dan pikiranku. Ternyata ia ingin agar aku menyerahkan penaku kepadanya dan memberinya kolom dalam surat ini, karena ia pun ingin menulis buatmu. Salam ciumku buatmu, wahai Ibu tersayang, juga buat ayah tersayang, dan semua saudaraku tersayang. Sampai jumpa nanti di lain kesempatan.

Advertisements

Comments»

1. arief - June 11, 2006

Jadi suratnya dah dikirim belum? 🙂

Ya tentu saja kita bisa ngobrol2. Email saya dah tau kan? Thanks.
Saya di Jakarta sekarang. Tapi kangen juga dengan Probolinggo dan Sidoarjo …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: