jump to navigation

Menjadi Perempuan Paling Bahagia : Teladan (3) June 2, 2006

Posted by dianika wardhani in Buku.
trackback

Seorang ibu yang moderat menasihati anak perempuannya pada hari pernikahannya dengan dibarengi senyum dan tangis bahagianya. Ia mengatakan

 
Wahai anakku, engkau sekarang akan menempuh hidup yang baru. yaitu kehidupan yang tiada tempat padanya bagi bagimu, ayahmu, atau seseorang dari saudara-saudaramu. Di dalamnya engkau akan menjadi teman hidup suamimu yang tidak menginginkan ada seorang pun ikut turut campur dengannya terhadapmu sekalipun ia berasal dari darah dagingmu sendiri.

Jadilah engkau istrinya, jadilah engkau ibu untuknya; dan jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam hidupnya dan segalanya dalam dunianya.

Ingatlah selalu bahwa seorang lelaki, siapapun dia adanya, ia bagaikan bayi besar yang dengan sedikit kata-kata manis akan dibuatnya merasa bahagia. Jangan kau jadikan ia merasakan bahwa dengan mengawinimu berarti ia meninggalkan keluarga dan kerabatnya. Sesungguhnya perasaan ini adakalanya ia rasakan pula pada dirinya bahwa ia telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan ia dan kamu adalah perbedaan laki-laki dan perempuan. Perempuan selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahiran, tempat ia tumbuh, tempat ia dibesarkan, dan tempat ia belajar. Akan tetapi ia harus membiasakan di tempat yanng baru. Dia harus menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang baru. Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan lelaki yang kini telah menjadi suaminya, pemeliharanya, dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru.

Wahai anak perempuanku, inilah masa kini dan masa mendatangmu. Inilah keluargamu yang akan kamu bangun berdua bersama suamimu. Sesungguhnya Ibu tidak meminta kepadamu melupakan ayah dan ibumu, serta saudara-saudaramu, karena sesungguhnya mereka tidak akan melupakanmu, selamanya wahai sayangku. Bagaimana bisa seorang ibu melupakan belahan jiwanya? Akan tetapi, Ibu meminta kepadamu agar cintailah suamimu; hiduplah bersamanya; dan jalanilah hidupmu dengan bahagia bersamanya.

———-

Advertisements

Comments»

1. Arai - June 2, 2006

wah kebanyakan memuji wanita yah … cowokna mana dunk pujianna …. xixixi

wanita teladan? mang ada gitu dijaman kayak gini? wanita teladan seperti apa se:P

visit and put your comment at :
http://arai.level9-team.or.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: