jump to navigation

Tentang Sebuah Konsekuensi Diri May 15, 2006

Posted by dianika wardhani in Curhat.
trackback

Akhirnya saya mengambil keputusan itu. daripada memberati langkah. saya nggak pingin kami berdua merasa saling menggantung. Itu saja.   Ibarat keramik yang ada di lantai paling atas, lalu jatuh. Berkeping-keping. Seperti itulah kondisi saya saat ini. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun. Apapun juga. Bahwa setiap kondisi akan melahirkan konsekuensi. Saya sadar betul tentang hal itu. Sangat sadar. Bahwa semua hal yang dilakukan akan menjadi satu hal yang terkait dengan berikutnya. Bahwa Segala sesuatu akan menjadi landasan untuk aksi berikutnya. Insya Allah saya akan siap. Tentang sahabat saya. Kami belum bercerita satu sama lain. Tidak masalah buat saya. Asalkan itu akan membawa pengaruh berarti buatnya. Saya hanya ingin bilanng kalu memang saya benar-benar salah, mohon saya dimaafkan. Apapun, tidak akan membuat ia kehilangan saya kok. Saya selalu ada kapanpun ia membutuhkan saya. Ia telah menjadi bagian penting dalam kehidupan saya.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: