jump to navigation

Sebelum Matahari Tenggelam May 15, 2006

Posted by dianika wardhani in Harapan.
trackback

Surabaya, 15 Mei 2006

Jelang penghujung bulan NOvember, tanggal 20 tahun 2005 lalu, itu menurut catatan saya, saya menonton film berjudul sama dengan tulisan ini. Sebelum Matahari Tenggelam, Before Sunset. Menarik sekali. Tentunya bagi saya yang memang fans berat film drama romantis.
Entah, mungkin ada tiga atau empat kali saya menonton film itu. Tapi yang heran, saya sama sekali tidak hafal siapa pelakunya. Jangankan pelaku, nama peran yang dimainkan saya sama sekali tidak ingat. Suatu hal di luar kebiasaan saya. Padahal, kalau mau jujur, saya sangat terkesan dengan film itu.
 

Satu pelajaran yang saya ambil dari film itu. Lainnya, sesungguhnya banyak juga sih, tetapi khusus untuk kalangan sendiri. Dokumen Negara Sangat Rahasia.
Orang berpikiran bahwa hanya mereka yang mengalami masa sulit. Kalimat sederhana tetapi sangat benar. Sekali lagi itu menurut saya. Orang lain terserah. Bebas saja.
Saya merasa bahwa kalimat itu benar sebabnya sederhana saja. Saya pun terkadang merasa demikian. Lebih sering, itu kata yang paling tepat. Kadang kita berpikir bahwa kita orang yang paling menderita. KIta merasa bahwa kita adalah orang yang paling merana di dunia ini. seolah-olah hanya kita yang mengalami masa sulit. Masa-masa sulit yang membuat kita merasa terjerumus pada lorong tanpa ujung. lantas kita berpendapat bahwa kita layak mendapat belas kasihan dari orang lain. Kita layak mendapat perhatian lebih dari orang lain. Bukan hanya itu. Kita merasa seolah-olah paling berhak dirangkul,dipeluk, untuk menenangkan diri kita.
Padahal jika kita mau sedikit saja lebih arif melihat bahwa masa-masa sulit itulah yang akan menempa kita. Masa-masa sulit itulah yang akan menunjukkan kita tentanng makna hidup sesungguhnya. Masa-masa sulit itu pulalah yang akan mengajarkan kita untuk menjadikan diri kita sosok tangguh. Pun masa-masa sulit yang telah dipersiapkan Tuhan kepada kita, hamba terpilih-Nya, sebagai sarana bagi kita untuk menemukan diri sendiri.
Bukankah ttelah menjadi kodrat manusia, sekali lagi ini menurut saya, bahwa seseorang akan menjelma menjadi sosok tangguh sekaligus hebat karena lingkungan yanng memaksa dirinya? Ia akan menjadi gelombang saat angin membentur alam sekitarnya? Lingkungan yag ada akan melahirkan sugesti tersendiri. Terbawa ke dalam alam bawah sadar tanpa kita memintanya. Selanjutnya akan menjadi kekuatan mahadahsyat saat kita benar-benar memerlukannya. Kekuatan hebat itu akan muncul dengan sendirinya.
Saya mengajak Anda untuk mengilhami itu. Bukan untuk mengajari, apalagi menggurui. Saya hanya ingin berbagi. Lebih tepatnya untuk meyakinkan diri saya sendiri. Membuat saya percaya atas kemampuan anugerah-Nya kepada saya. Selanjutnya saya bisa dan mampu berbuat sesuatu sebelum waktu saya habis. Saya ingin memberi warna pada garis cakrawala dan kaki langit sebelum matahari tenggelam…

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: