jump to navigation

Pendidikan Indonesia di Persimpangan May 2, 2006

Posted by dianika wardhani in Berita.
trackback

BERBINCANG tentang pendidikan di Indonesia seolah tidak mengenal kata selesai. Saya perkirakan sebabnya ada dua. Pertama, pesimisnya masyarakat atas kebijakan pemerintah. Kedua, terlalu bersemangatnya pemerintah untuk mengikuti cepatnya perkembangan pendidikan di belahan lain dunia ini. Bisa jadi pemerintah iri dengan gemerlapnya sistem pendidikan di negeri-negeri lain.

 
Semestinya kita bisa belajar banyak dari sejarah. Dulu, negeri ini dikenal produsen guru terbaik. Hingga pihak negeri tetangga kita, macam Malaysia, merasa perlu mengimpor tenaga pendidik dari bumi Khatulistiwa ini.
Akan tetapi, semua seolah tak lebih dari kenangan manis. Hasil survei terbaru, tahun 2005, menyebutkan Indonesia menduduki ranking 112. Jauh berada di bawah Malaysia dan Bangladesh. Hal itu menunjukkan kenyataan yang membuat kita mengelus dada. Kondisi Human Development Index (HDI) erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang ada.
Polemik pendidikan di Indonesia selama ini berkutat pada persoalan dana, pengadaan infrastruktur, dan kurikulum bongkar pasang. Seharusnya perdebatan itu tak perlu dilakukan. Sebabnya sederhana saja, bahwa pengadaan ketiga hal itu mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah. Tentu jika memang membutuhkan masukan dari pihak lain, misalnya pengusaha, pakar pendidikan, atau perwakilan masyarakat, hal itu sangat dimungkinkan.
Hal lain yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah kondisi generasi muda sekarang. Survei dari lembaga survei di Jakarta yakni AC Nielsen Media menunjukkan bahwa 21 persen dan 34 persen masing masing untuk Fashion Forward dan Constant Hedonist. Keduanya mewakili golongan yang cuek dan asal ikut alur yang ada. Ironisnya, alur pendidikan yang diikuti justru kehilangan arah.
Mekanisme trial and error, bongkar pasang kurikulum, dan proses pendidikan yang gagal, adalah serangkaian lontaran yang muncul dari anggota masyarakat saat saya mengikuti Talkshow Generasi Muda dan Pendidikan yang digelar Suara Surabaya FM, Selasa (2/5) mulai pukul 21.00 WIB. Saya menangkap ada pesimisme, atau justru malah kebingungan.
Dalam hal ini, ada dua hal yang menjadi kunci solusi yakni konsistensi, dan komitmen. Konsistensi dalam hal penerapan kurikulum dan kebijakan terkait lainnya. Harus ada pembicaraan antara pembuat kebijakan dengan penyelenggara industri atau pihak pemakai produk pendidikan yakni para lulusan, dalam penyusunan kurikulum. Dengan demikian dua dunia tersebut akan terhubungkan oleh jembatan bernama kurikulum pendidikan. Dua dunia tersebut tidak lagi menjadi menara gading di tempatnya.
Komitmen dibutuhkan oleh semua pihak. Bahwa semua aspek turut bertanggung jawab pelaksanaan pendidikan di negeri ini. Pun dalam hal ini generasi muda. Meminjam istilah sahabat saya, generasi muda tidak boleh terus-menerus memposisikan diri sebagai korban. Saatnya semua pihak bergerak di tempat dan bidangnya masing-masing.
Momentum Hari Pendidikan Nasional kali ini sudah diawali pemerintah yang menunjukkan itikad baiknya. Hal itu terkait dengan diluncurkannya tiga pilar rencana strategis pembangunan pendidikan yang dilansir oleh media massa. Pertama, peningkatan dan penguatan akses pendidikan. Kedua, peningkatan relevansi dan daya saing mutu pendidikan. Ketiga, peningkatan tata kelola dan citra publik pengelola pendidikan.
Saya berpikir bahwa kita tidak perlu merasa malu atau kalah dengan Malaysia yang dengan gagah berani memotong 40 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kemajuan pendidikan. Itikad baik pemerintah, dan semoga berlanjut dengan komitmen, untuk mewujudkan 20 persen APBN menjadi hak sektor pendidikan harus disambut baik. Paling tidak menjadi penyemangat bagi semua pihak dalam rangka pembangunan manusia Indonesia yang cerdas, dan unggul agar tidak terbawa arus globalisasi. Semoga…!!

Advertisements

Comments»

1. tentng_kita - May 13, 2006

Dearest Wardhani,

Semoga Generasi muda sekarang bijak mengambil peluang yang ada untuk menjadi bangsa yang cerdas. Dan semoga lebih banyak bangsa Indonesia yg prihatin sprt kamu. Amienn..

~ warm regards ~–>

2. Guntar - May 31, 2006

Semoga generasi muda bersikeras untuk menjadi bijak dan berdaya untuk menjadi diri bagian dari solusi, alih2 bagian dari masalah.

3. tir - August 27, 2006

Think bright for the bright generation

4. bunga - December 2, 2007

Demi masa depan yang baik pemerintah harus bisa menyediakan pendidika yang layak bagi generasi muda…

5. chaca - December 2, 2007

menurut saya pendidika di indonesia agak terbelakang,pemerinta harus bisa memperhatikan anak-anak yang tidak bisa sekolah

6. dini & maya 4epeh... - May 22, 2008

bagi kita, jika sistem pendidikan di indonesia gak berkembang, bukan salah total dari siswanya yang berkualitas rendah, tetapi juga ada keterkaitannya dengan kualitas gurunya juga..
kita rasa, guru yang kurang berpendidikan, malah gampang menjadi temprament,, yang menjadikan, siswanya takut untuk menunjukkan kleberaniannya untuk bertanya…

7. N Sur - December 15, 2008

Nie artikel cool banget.
Maafkan atas ketidak tahuan saya tentang technology dan informasi,,,saya juga merasa kurang bijak jika harus menyalahkan sistem, pola, kurikulum dan semua hal yang berderet mengikuti rendahnya pendidikan di Indonesia. toh nggak perlu dibahas lagi bahwa semua itu musti n wajib mendapatkan pembenahan. Sekarang apa upaya kita sebagai generasi muda untuk mewujudkan impian kita tsb =berada di “matahari lain” , atau itu hanya mimpi belaka….
Anggaran pendidikan di Negri Jiran 40 persen?
sebagai calon guru (lulus dari FKIP ntar mau kmn lg coba) saya akan berusaha keras agar menjadi guru profesional dan mengajar di sana…
(mohon jangan salahkan saya)

8. N Sur - December 15, 2008

Eh, mbak ayu, kak ato sapa z yang mem-posted nie cool article, boleh kan lw q edit dikit n q tempel d mading q?
brhrp akn lbh bxk yg sadar pnddkn,,,:-)

9. bilal - March 9, 2009

saya lebih melihat pemerintah kurang menjalankan peraturan2 yang sudah ada…
padahal peraturannya udah bagus tp kurang dikerjain dengan baik…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: