jump to navigation

Kepada Matahari March 16, 2006

Posted by dianika wardhani in Cerpen.
trackback

Kepada Matahari

Lengah !
Hati tak sempat menolak
Beku… Kaku … Bisu…
Kepada apa rinai bergantung?
Kepada desauan lembut sang bayu
Atau pada seonggok melati di sudut taman
Tidak…
Di atas sebuah rintihan panjang
Ada embun berbekas hati
Tak tersentuh rawi berlidah api
Tak tergapai pucuk perdu sedu
Tak terdengar detaran waktu
Sampai akhir masa

 

Hari ini aku ingin menuliskan lagi puisi itu. Puisi yang kubuat medio 1994 lalu. Saat aku duduk di bangku SMA. Saat aku menjabat Dewan Redaksi Majalah Sekolah dan Pemimpin Redaksi Majalah Dinding. Awalnya aku enggan memasangnya, tetapi teman – teman jajaran redaksi memaksaku. Akhirnya puisi itu pun tertulis rapi di kotak majalah dinding di sekolah.
Aku tersenyum mengingat semuanya. Saat teman-teman meributkan apa makna puisi itu. Sampai Bu Lil, guru Sastra Indonesia merasa perlu menanyakan hal itu kepadaku. Gara-gara teman sekelas menanyakan hal itu kepadanya. Tentang sederet metafora yang memang sengaja kupasang di sana.
Saat itu aku cuma berkata,” Rahasia perusahaan.” Tidak ada yang berkutik. Semuanya sudah tahu jika memang sudah berkata demikian, berarti aku ingin menyembunyikannya.
Sama seperti sekarang. Sama seperti dulu. Aku memang menyukainya. Awalnya memang sebagai teman diskusi. Sama seperti dulu. Sebagai teman yang memang memiliki latar belakang sama. Sama-sama pengurus OSIS. Sama-sama hobby nulis dan nguber majalah baru. Sama-sama suka debat sampai bener-benar sepakat atau kalau tidak berarti harus ada yang mengalah untuk ngasih penjelasan.
Sama seperti dulu. Aku menyukainya sebagai teman diskusi yang tangguh. Kemampuan analisisnya bagus. Aku menyukainya dan telah memutuskan untuk menjadikan ia sebagai salah satu anugerah indah dalam kehidupanku. Aku beruntung mengenalnya. Aku bisa belajar banyak hal kepadanya. Banyak sekali hal yang diketahuinya, dan beberapa aspek aku tahu sehingga kami kerap berbagi ilmu. Aku rasa semua baik-baik saja.
Sama seperti dulu. Jika pun kemudian, ternyata aku jatuh hati kepada mereka berdua, aku benar-benar merasa itu di luar kekuasaanku. Seperti yang pernah kukatakan pada mereka berdua, aku menghormati seluruh kelebihan yang ada pada mereka. Aku salut dengan sikap santun, istiqomah, dan optimistis mereka. Sama seperti dulu. Tingginya grafik interaksi di antara kami membuat mereka berada dalam keseharianku. Menjadi matahari dalam kehidupanku. Menjadi pelengkap utama setiap aktivitasku. Menjadi pembangkit di antara runtuhnya semangatku. Tak perlu berpanjang kata, mereka sangat berarti buatku.
Dulu, aku dan dia menjadi pemenang di masing-masing bidang. Dulu, kami akhirnya bersepakat untuk berbagi cerita dan kisah. Dulu, kami akhirnya berpisah dengan akhir sebuah persahabatan yang manis. Hingga saat ini…
Sekarang, aku dan dia menjadi teman. Atau kalau aku boleh naikkan sedikit mungkin, SAHABAT. Tetapi sekali lagi aku merasa telah dirasuki rasa lain. Rasa sayang. Kata orang, dengan rasa itu, maka seseorang harus siap kehilangan. Mungkin sakit, tetapi berulang kali aku sudah katakan bahwa aku siap. Jika masa untuk melepasnya tiba, aku akan melakukannya. Bukan untuk menyakiti diri, tetapi lebih untuk memberikan bahagia di hati.

JIka saat itu tiba, aku ingin melihatnya kembali menjadi matahari atau bintang di angkasa. Sama seperti sekarang. Ia telah menjadi bintang di angkasa gelapku. Ia pun mungkin menjadi matahari bagi yang lain. Bersinar cerah. Menjadi cahaya. Bukan hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi bagi orang – orang di manapun berada. Allahu Rabbi, jaga sinarnya…
Sekarang, aku hanya ingin satu hal…Membantunya, melakukan yang terbaik untuknya, dan menjaganya… di tempat tak bernama namun ada…(*)

Advertisements

Comments»

1. l.u.t.v.i.e - January 19, 2007

wah…pantesan keren…masih SMA aja udah bisa nulis puisi seindah itu..!!!bandingin aku, SMA masih belajab bacatulis…:(

2. ::finah - September 19, 2007

yahutz,,..!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: