Bahasa … ah.. Bahasa.. July 15, 2008
Posted by wardhani in Catatan Kecil.trackback
Bahasa memang unik. Dulu semasa kuliah, saya sempat di-doktrin tentang pengertian bahasa. Hmm, lets see. Bahasa adalah satu kesatuan bunyi arbitrer yang digunakan oleh sekelompok masyarakat untuk berinteraksi, berekspesi dan mengidentifikasikan diri.
Artinya bahwa bahasa bisa jadi merupakan bagian dari kearifan sekelompok orang.
Artinya sebuah kata akan memiliki makna yang berbeda dalam masyarakat yang berbeda. Bahkan seringkali, sebuah analogi terkesan lucu saat disampaikan kepada orang lain yang berbeda secara sosial budaya.
Satu ketika saya bersama dengan teman saya. Mas Zaki dan Mas Waris. Zaki ini adalah Doktor Muda. Sementara Waris, seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan ujian tugas akhirnya. Entah bagaimana awalnya, lantas kami terlibat dalam perbincangan tentang analogi yang sering dilakukan oleh masyarakat Jawa tentang satu persoalan.
Dua ungkapan ber-Bahasa Jawa saya catat saat itu. Pertama, Koyok nggusah kucing, bar dielus terus disaduk (seperti mengusir kucing, setelah dielus-elus, lalu ditendang). Artinya kurang lebih mengusir seseorang secara halus.
Lalu ditimpali oleh Mas Zaki. Ia bercerita tentang sebuah ungkapan. Celak kok, Mas, namung sa sedotan rokok (dekat kok, Mas, cuma satu hisapan rokok).
Khusus analogi yang kedua, cukup telak menciptakan tawa di antara kami pagi buta itu. Betapa tidak. Kami lantas eksplorasi bebas tentang hal itu. Mas Waris misalnya, iya dekat memang jika yang sedang dihisap saat itu adalah rokok kretek biasa.
”Beda jika yang dihisap adalah rokok klobot. Bisa-bisa lama sekali alias jauh sekali..”
Sekadar informasi, rokok klobot merupakan tembakau yang dililit dengan kulit penutup bonggol jagung. Kabarnya diperlukan kesabaran ekstra tinggi saat mengisap rokok ini. ”Lha bagaimana lagi.. serinng mati soalnya..”
Ah bahasa memang unik…
—
Alhamdulillah… Akhirnya kangenku untuk online terpenuhi.. ^_^
Hahaha. Rokok juga kan beda-beda. Satu Dji Sam Soe bisa empat-lima Marlboro
Setuju!! Hidup rokok… ?!?
Karna saya nggak bs ngrokok, saya blh comment bag bahasanya z yaa,,
Bahasa adalah kesatuan bunyi arbitrer yang….
wah…pemahaman sy ttg bhs trnyt prlu dirubah dkit.
rambu lalu lintas, bendera, bet, gesture, pantomim, sampai bunga mawar juga dipakai dlm interaksi, komunikasi, ekpresi, identifikasi, dan bhkn interpretasi diri—tp mereka bkn bunyi—jd mereka bkn bhs?
bkn yg d sbut ‘bahasa isyarat’?
Hehe..kiasan yg aneh..persis seperti “sak plinthengan buto” berarti ..jauuuuh banget ..